Berita

Rumah-rumah Jepang berpotensi banyak dikosongkan/Net

Dunia

Diberi Tunjangan Dan Biaya Perawatan, Warga Jepang Tetap Pilih Kosongkan Rumah

SELASA, 05 NOVEMBER 2019 | 08:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Jika ada negara yang kian berkurang jumlah penduduknya, mungkin Jepang adalah salah satunya.

Penurunan populasi ini terlihat setiap tahun. Bahkan pada 2018, Jepang mencatatkan jumlah kelahiran bayi terendahnya sepanjang abad ke-21.

Dengan tingkat kelahiran yang terus menurun dan 20 persen penduduknya masuk dalam usia tidak produktif, Jepang bakal masuk kelompok negara berpenduduk sedikit di dunia.


Mengiringi permasalahan berkurangnya populasi, Jepang bakal berpotensi menghadapi permasalahan properti: lebih banyak rumah ketimbang orang.

Pada 2018, 13,6 persen rumah-rumah di Jepang terdaftar sebagai "Akiya". Akiya adalah rumah-rumah yang ditinggalkan tanpa pewaris atau tidak ada penyewa baru.

Orang-orang Jepang memang menghindari mewarisi rumah-rumah dari orang tua mereka karena pajak yang tinggi. Bagi mereka, lebih baik menyewa apartemen dengan harga yang lebih terjangkau.

Rumah-rumah Akiya di Jepang tercatat ada di prefektur Tokyo, Okayama, hingga di Kumamoto di ujung selatan Jepang. Bahkan, di daerah pedesaan, rumah-rumah kosong yang ditinggalkan  sangat banyak!

"Angka populasi yang terus menurun akan menimbulkan banyak masalah, seperti banyaknya rumah-rumah kosong. Apalagi dari pedesaan yang anak-anak mudanya pindah ke kota-kota besar di Jepang. Perlu ada solusi kepada generasi baru nanti dan jangan sampai banyak rumah atau mungkin desa yang kosong karena tak ada penduduknya," kata profesor sains dan teknik dari Universitas Toyo, Chie Nozawa, melansir BBC, Selasa (5/11).

Padahal, pemerintah sudah berupaya membujuk warganya dengan memberi tunjangan tambahan, pemeliharaan rumah, dan pengurangan pajak, agar mereka tidak pindah ke kota dan memilih apartemen. Tapi tampaknya hal itu belum mampu menggoda warganya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya