Berita

KTT ASEAN-China ke-22/Net

Dunia

Sengketa LCS, China Siap kerja Sama Dengan ASEAN

SENIN, 04 NOVEMBER 2019 | 14:27 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China mengaku siap bekerja sama dengan ASEAN perihal penyelesaian sengketa Laut China Selatan (LCS). Langkah itu dilakukan untuk menciptakan perdamaian jangka panjang di kawasan.

"Kami bersedia bekerja sama dengan ASEAN berdasarkan konsensus yang telah dicapai untuk mempertahankan perdamaian dan stabilitas jangka panjang di LCS sesuai dengan jadwal yang ditetapkan selama tiga tahun," ujar Perdana Menteri China, Li Keqiang usai menghadiri KTT ASEAN-China, Minggu (3/11) seperti dimuat Reuters.

Lebih lanjut, dimuat Associated Press, Li bahkan menyambut baik kemajuan negosiasi kode etik (code of conduct) yang bertujuan untuk mencegah konfrontasi bersenjata di LCS. Namun tidak jelas apakah China siap menandatangani CoC tersebut.


Sebelumnya, dua diplomat yang tidak ingin disebutkan identitasnya mengatakan terjadi pertemuan yang menegangkan di Vietnam baru-baru ini. Pertemuan sendiri dilandasi dengan masuknya kapal penangkap ikan yang disertai dengan penjaga pantai dan Angkatan Laut China ke wilayah sengketa.

Dengan banyaknya manuver-manuver yang dilakukan China dan masuknya kekuatan Amerika Serikat ke kawasan, menurut pakar LCS Greg Poling, pembicaraan China dan ASEAN tidak akan memberikan kemajuan yang signifikan.

"China terus melakukan pelecehan terhadap kegiatan Malaysia, Filipina, dan Vietnam selama tahun lalu. (Hal ini) menunjukkan bahwa mereka belum siap berkompromi dengan cara yang substantif. Jadi pembicaraan ini sepertinya selalu menuju masalah," pungkas Poling.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya