Berita

ASEAN dan China akan berkolaborasi dalam mengembangkan Smart City/Net

Dunia

8 Poin Penting Kerja Sama ASEAN-China Dalam Kembangkan Smart City

SENIN, 04 NOVEMBER 2019 | 12:42 WIB

Bagi negara-negara di kawasan Asia Tenggara, urbanisasi jadi masalah yang masih belum bisa dipecahkan sepenuhnya. Karena itulah ASEAN dan China akan bekerja sama dalam membangun ekosistem kota pintar atau smart city.

Hal tersebut tertuang dalam pertemuan tingkat tinggi (KTT) ASEAN dan China yang diselenggarakan di Impact Forum, Bangkok, Thailand, Minggu (3/11).

Kerja sama ini bertujuan untuk mengambil peluang yang ada di era digital dan revolusi industri keempat saat ini.


Tak hanya itu, smart city akan bisa memaksimalkan dampak positif di masyarakat. Seperti membangun ekonomi yang kompetitif, ekonomi yang berkelanjutan, mempromosikan lingkungan yang berkelanjutan dan kualitas hidup yang tinggi.

Konsep ini sekaligus untuk meminimalkan dampak negatif seperti kemacetan kota, polusi air dan udara, penyakit, kemiskinan, kesenjangan, dan lain-lainnya.

Untuk mendukung konsep tersebut, ASEAN dan China berkomitmen bekerja sama di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi (SIT), serta kolaborasi dalam bidang yang menjadi kepentingan bersama. Implementasi dari jalannya kerja sama ini adalah pengembangan ASEAN Smart Cites Network, seperti yang sudah dibangun pada 1999.

Kerja sama ASEAN dan China dalam mengembangkan konsep smart city kemudian diturunkan ke dalam 8 poin penting. Dilansir dari laman resmi ASEAN, poin pertama adalah mendorong otoritas administratif terkait, seperti pemerintah kota dan lembaga penelitian, untuk memperkuat kerja sama dan rancangan smart cities.

Kedua, membangun kerja sama mengenai standarisasi. Caranya dengan mempromosikan kerja sama dalam komunikasi, adanya pengakuan, pengembangan dan penggunaan standar internasional yang disesuaikan.

Ketiga, memajukan inovasi dalam bidang teknologi dan berbagi informasi dalam rangka pengembangan kota di era digital, dan menjadi solusi energi inovatif. Seperti energi terbarukan dan tata cara penggunaan teknologi yang higienis.

Keempat, mendukung kolaborasi sektor swasta dalam mempromosikan pertukaran informasi mengenai modal, teknologi, dan proyek. Bertujuan untuk mendorong kerja sama antarperusahaan juga organisasi regional dan internasional yang relevan.

Kelima, memperkuat platform kerja sama dengan platform sektoral ASEAN, yaitu ASCN dan Strategi Urbanisasi Berkelanjutan ASEAN (ASUS) untuk memfasilitasi komunikasi, mempromosikan konsep smart cities ke berbagai negara dan lembaga multilateral.

Keenam, mendorong pembangunan mitra antarkota seperti kota-kota negara anggota ASEAN. Khususnya kota ASCN dan kota-kota China seperti Nanning, Xiamen, Hangzhou, Jinan, Kunming, Shenzhen, Nanjing, dan Chengdu.

Ketujuh, menjadi peluang untuk menggabungkan budaya antara kota-kota di ASEAN dan kota-kota China untuk bertukar promosi masing-masing budaya.

Kedelapan, mempromosikan pengembangan dan berbagi pengetahuan ke berbagai pihak seperti universitas, perusahaan, dan lembaga penelitian. Guna mendorong kerja sama antara pemerintah dan lembaga penelitian, perusahaan, dan lain-lain dalam rangka berbagi pengetahuan, teknologi, dan solusi inovatif. (03ahd)

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya