Berita

Penembakan di Pesta Halloween/Net

Dunia

Penembakan Di Pesta Halloween, Lima Orang Meninggal Dunia

MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 | 13:54 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Aksi penembakan terjadi saat pesta Halloween di sebuah rumah sewaan Airbnb di California Utara. Akibat insiden tersebut, lima orang dilaporkan tewas.

Dilansir dari Channel News Asia, Minggu (3/11), polisi Orinda menerima pengaduan adanya gangguan dari rumah sewaan Airbnb pada pukul 21.30 dan 22.00 waktu setempat.

Begitu menerima laporan, sekitar pukul 22.48, polisi mengirimkan seorang anggota ke rumah tersebut. Saat tiba di lokasi, terdengar suara tembakan.


Menurut pihak berwenang, para korban tewas adalah Oshiana Tompkins (19), Tiyon Farley (22), Omar Taylor (24), Ramon Hill Jr. (23), dan Javin County (29). Selain kelima orang ini, beberapa orang lainnya terluka dan langsung dibawa ke rumah sakit.

Setelah aksi penembakan, suasana menjadi kacau dan banyak orang yang melarikan diri sehingga membuat polisi kesulitan mencari pelaku. Terlebih pesta tersebut dihadiri oleh lebih dari 100 orang.  Hingga saat ini, polisi setempat masih memburu pelaku penembakan.

Sementara itu, pihak Airbnb akan melarang penyewaan rumah atau kamar untuk kegiatan pesta.

"Mulai hari ini, kami melarang pesta dan kami menggandakan upaya untuk memerangi pihak yang tidak berwenang. Serta menyingkirkan perilaku dari tuan rumah dan tamu yang melakukan pelecehan, termasuk perilaku yang mengarah pada peristiwa mengerikan yang kami saksikan di Orinda," ujar salah satu pendiri dan kepala eksekutif Airbnb, Brian Chesky di laman Twitternya.

Padahal sebelumnya, penyewa rumah yang menyewa rumah dari Airbnb mengatakan dirinya hanya akan mengadakan reuni untuk selusin orang.

Selain memperketat aturan, lanjut Chesky, Airbnb akan memperluas penyaringan manual "reservasi berisiko tinggi" dengan menciptakan "tim respon cepat".

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya