Berita

Pasukan Turki dan Rusia/Net

Dunia

Sempat Tertunda, Turki Dan Rusia Gelar Patroli Gabungan Di Perbatasan Suriah

JUMAT, 01 NOVEMBER 2019 | 17:52 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Turki dan Rusia mulai melakukan patroli gabungan di dekat perbatasan kedua negara yang telah disepakati dalam perjanjian Sochi beberapa waktu lalu.

Kementerian Pertahanan Nasional Turki menginformasikan, patroli gabungan kedua negara melibatkan unit angkatan darat dan drone di Distrik Darbasiyah, Hasakah, Suriah perbatasan perbatasan Turki, Jumat (1/11). Kementerian menyertakan beberapa foto patroli.

Seperti dimuat TSK, sesuai dengan kesepakatan Sochi yang dilakukan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (22/10), patroli seharusnya dilakukan pada awal pekan, namun ditunda.


Dalam kesepakatan tersebut, Rusia akan "memfasilitasi penghapusan" Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dari daerah perbatasan untuk membantu Turki menciptakan zona aman sepanjang 30 Km. Kesepakatan tersebut menyatakan para pejuang YPG Turki yang juga didominasi oleh SDF harus meninggalkan daerah yang nantinya akan menjadi zona aman.

Untuk menindaklanjuti kesepakatan tersebut, Turki dan Rusia setuju untuk melakukan patroli gabungan dan masuk ke wilayah Suriah hingga 10 Km.

Hal ini pun disetujui oleh Komando Umum SDF pada Minggu (27/10). Mereka menyatakan telah menyetujui kesepakatan untuk memindahkan unit SDF ke posisi baru yang jauh dari perbatasan Turki dan Suriah guna menghentikan pertumpahan darah dan untuk melindungi penduduk daerah dari serangan Turki.

Sejak Rabu (9/11), Turki melancarkan operasi Perdamaian Musim Semi ke Suriah. Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan untuk tidak ikut bagian dalam operasi tersebut dan menarik mundur pasukannya dari perbatasan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya