Berita

Demo di Hong Kong/Net

Dunia

Ekonomi Terhambat Demo, Hong Kong Dalam Jurang Resesi

KAMIS, 31 OKTOBER 2019 | 23:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perlambatan aktivitas ekonomi dalam dua kuartal berturut-turut atau lebih dalam satu tahun, menjadi momok setiap negara di dunia ini. Resesi di ambang pintu. Ketika resesi mewabah, maka akan menyebar dengan cepat.

Jika suatu negara resesi tentu akan berdampak pada negara lain. Karena satu negara dengan negara lain dihubungkan oleh kegiatan perdagangan dan investasi bisnis.

Kini, Hong Kong juga berada di ujung jurang resesi. Aksi demo yang terus menerus dilakukan oleh masyarakat Hong Kong telah membuat ekonomi negara tersebut resesi. 


Dalam postingan blog, Sekretaris Keuangan Hong Kong Paul Chan menyatakan bahwa Hong Kong telah mengalami kontraksi ekonomi selama dua kuartal berturut-turut akibat protes anti-pemerintah yang tidak kunjung selesai.

Aksi tersebut mampu menghambat kinerja seperti ekspor yang menjadi salah satu penggerak roda ekonomi. Belum lagi ditambah dengan perlambatan ekonomi dunia.

Kini Hong Kong telah jatuh ke dalam resesi pada kuartal ketiga tahun ini. Ekonomi Hong Kong melemah 3,2 persen sejak Juli hingga September. Perlambatan ekonomi ini jauh lebih buruk dari yang telah diperkirakan oleh para ekonom, membuat pemerintah menjadi pesimis.

Ekonom memperkirakan bahwa sepanjang tahun 2019 ini, Hong Kong akan kehilangan target pertumbuhan ekonomi tahunan mereka sebesar 0 hingga 1 persen, dan efek penurunan ekonomi ini dapat berlanjut hingga tahun depan.

Apakah resesi Hong Kong berdampak besar bagi perekonomian Indonesia?


Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah Redjalam mengatakan resesi Hong Kong tidak akan berdampak signifikan terhadap ekonomi Indonesia.

"Dampaknya terhadap Indonesia saya kira tidak terlalu signifikan. Apalagi nanti ekonomi Hong Kong juga akan segera pulih," kata Piter, melansir Reuters.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya