Berita

Peluncuran Program Kemilau Emas Bank BTN/RMOL

Bisnis

Bidik Nasabah Tajir, BTN Tawarkan Program Kemilau Emas

KAMIS, 31 OKTOBER 2019 | 17:05 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Untuk meningkatkan jumlah dana segar dari segmen ritel, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meluncur program Kemilau Emas Bank BTN. Program ini ditargerkan mampu meraih dana segar hingga Rp 3 triliun selama 2 bulan.

Memasuki akhir tahun 2019, Bank BTN mengerahkan strategi untuk mencapai target perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) khususnya dari segmen ritel. Setelah merilis program Poin Serbu untuk meningkatkan jumlah transaksi dan simpanan, kini Bank BTN meluncurkan Program Kemilau Emas dengan mengandalkan dua produk, yaitu Tabungan BTN Prima dan Tabungan BTN Batara.

Program Kemilau Emas ini menawarkan hadiah langsung berupa logam mulia ditambah suku bunga tabungan yang kompetitif.


"Program Kemilau Emas kami harapkan dapat menjaring lebih dari seribu nasabah dengan dana segar tambahan hingga Rp 3 triliun selama program berlangsung hingga akhir bulan Desember 2019," kata Direktur Consumer Banking Bank BTN, Budi Satria saat acara Media Gathering di Jakarta, Kamis (31/10).

Program Kemilau emas berlaku sejak awal November 2019 hingga penghujung Desember 2019. Hadiah emas yang ditawarkan berbentuk kepingan logam mulia dengan berat bervariasi tergantung nominal penempatan dana nasabah. Dari logam mulia seberat 5 gram sampai seberat 75 gram (Syarat dan Ketentuan Berlaku). Berlaku juga kelipatan logam mulia, dengan maksimal benefit keping emas per nasabah seberat 150 gram emas.

"Jadi nasabah BTN minimal menempatkan dana baru sebesar Rp 2 miliar, kemudian dtambahkan penempatan dana pada Tabungan BTN Batara sebesar Rp 100 juta yang wajib diendapkan atau diblokir selama 3 hingga 4 bulan, maka dapat langsung membawa pulang logam mulia," kata Budi.

Namun, perlu diingat, bahwa dana yang ditempatkan adalah dana segar. Budi menjelaskan, bagi nasabah yang menginginkan keuntungan dengan program ini disyaratkan menyetorkan dana segar ke tabungan BTN Batara maupun BTN Prima yang dikhususkan bagi nasabah prioritas.

Dana segar tersebut bukan perpindahan dari rekening BTN yang lain, baik di Bank BTN konvensional maupun BTN Syariah, dan bukan dana pencairan deposito dari rekening Tabungan BTN Prima/Batara atau dengan perpindahan ke Bank selain BTN untuk ditempatkan lagi ke Rekening Tabungan BTN Prima atau dana yang bersumber dari pencairan kredit.

Nasabah yang dibidik dari Program Kemilau emas adalah nasabah kaya maupun nasabah dari BTN Prioritas. Khusus dari nasabah prioritas, Budi berharap dapat menarik minat dari  nasabah prioritas Bank BTN yang saat ini mencapai lebih dari 65.000 rekening.  

"Bunga tabungan yang kompetitif masih menjadi andalan perbankan menggaet nasabah di tengah ketatnya persaingan dan likuiditas Bank yang juga cenderung ketat," kata Budi.

Adapun per Agustus 2019, pundi-pundi DPK total baik konvensional maupun syariah Bank BTN sudah terkumpul di atas Rp 231,8 triliun atau sekitar 95% dari target tahun ini. Khusus untuk DPK dari BTN Konvensional, per Agustus 2019 Bank berkode saham BBTN ini memupuk DPK total sekitar Rp 209,2 triliun, atau tumbuh 19,2 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 175,5 triliun.

"Peningkatan DPK ritel melalui program Kemilau Emas diharapkan dapat mendongkrak CASA Bank BTN yang saat ini porsinya masih sekitar 40% dari total DPK Bank BTN," kata Budi.

Budi menegaskan untuk memupuk DPK, BTN akan lebih gencar meningkatkan produktivitas outlet, meningkatkan nasabah ritel berbasis payroll, dan meningkatkan penetrasi  penggunaan e-channel BTN dengan memperluas kerjasama dengan merchant.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya