Berita

Donald Trum dan Robert O'Brien/Net

Dunia

Trump Absen Di KTT, Anggap ASEAN Tidak Penting?

KAMIS, 31 OKTOBER 2019 | 11:46 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Amerika Serikat Donald Trump absen dalam pertemuan tingkat tinggi (KTT) negara-negara ASEAN. Sebagai penggantinya, Trump mengirim penasihat keamanan nasional Robert O'Brien dan Sekretaris Perdagangan Wilbur Ross ke pertemuan yang diadakan di Bangkok tersebut.

Keputusan Trump yang mengirim O'Brien tampaknya akan menjadi persoalan. Keputusan tersebut dianggap sebagai sebuah langkah mundur Trump di tengah gempuran pengaruh China di kawasan Asia Tenggara. Terlebih, O'Brien sendiri hanyalah penasihat presiden dan bukan anggota kabinet.

Seperti yang dimuat Associated Press, pengumuman tersebut disampaikan oleh Gedung Putih pada Selasa malam (29/10). Padahal dalam sebuah artikel yang dirilis oleh Bangkok Post, kehadiran Trump akan menjadi validasi selamat datang akan pentingnya ASEAN bagi AS.


Nantinya, Ross mewakili AS akan memimpin delegasi perdagangan dalam KTT ASEAN ke-35 dan Forum Bisnis Indo-Pasifik dari Minggu (3/11) hingga Jumat (8/11).

Selain AS, China, Rusia, Jepang, dan Korea Selatan juga akan menghadiri KTT ASEAN sebagai negara mitra. China akan mengirim Perdana Menteri Le Keqiang sementara dari pihak Jepang akan langsung dihadiri oleh Perdana Menteri Shinzo Abe.

Keputusan Trump untuk tidak hadir dalam KTT ke-35 ASEAN  dan mengirim pejabat yang tidak terlalu berpengaruh belum pernah terjadi dalam sejarah AS. Hal ini dikarenakan tahun lalu, Trump mengirim Wakil Presiden Mike Pence dan pada 2017 Trump sendiri yang menghadiri KTT tersebut.

Sementara pada pemerintahan Barack Obama, sebagian besar Obama menghadiri KTT tanpa diwakili, kecuali pada KTT 2013 di Brunei.

Dalam KTT kali ini, fokus pertemuan akan dilakukan pada peningkatan perdagangan dan keamanan. ASEAN yang merupakan blok perdagangan regional terbesar di dunia karena mencakup 45 persen populasi dunia dan sepertiga PDB global, menjadi pasar yang sangat potensial dan menguntungkan.

Saat ini, ASEAN dan keenam mitranya, China, Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, dan India tengah merancang Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) untuk akses pasar, persaingan, dan investasi. 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya