Berita

Uji coba rudal SLBM/Al Jazeera

Dunia

Rusia Uji Coba Kapal Selam Canggih Peluncur Rudal

KAMIS, 31 OKTOBER 2019 | 10:11 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rusia memamerkan kapal selam canggih pembawa rudal nuklir yang baru ditingkatkannya. Uji coba langsung dilakukan dengan meluncurkan rudal balistik antar benua yang dinamakan Bulava pada Rabu kemarin (30/10).

Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan, peluncuran tersebut dilakukan dari Laut Putih di lepas pantai barat laut Rusia. Kapal selam yang dinamakan Knyaz Vladimir atau Pengeran Vladimir menembakkan rudal dari bawah air yang mendarat tepat sasaran di Semenanjung Kamchatka di Rusia timur jauh.

"Untuk pertama kalinya, sebuah rudal balistik Balava diujicobakan dalam Proyek Borei, sebuah kapal selam strategis Knyaz Vladimir pembawa rudal," ujar kementerian tersebut seperti yang dimuat Al Jazeera.


Kementerian tersebut menungkapkan peluncuran rudal berjalan sesuai rencana, hulu ledaknya mencapai kisaran waktu yang telah ditetapkan dan didaftarkan dalam perekam data.

Knyaz Vladimir dirilis pada 2017. Kapal selam ini adalah model pertama dari peningkatan kapal selam rudal balistik sekelas Borei yang dirancang untuk melakukan manuver dan lebih tenang dari model sebelumnya.

Pada akhir tahun ini, Knyaz Vladimir akan bergabung dengan Armada Utara Rusia setelah menyelesaikan uji coba, termasuk uji senjata. Demikian yang diungkapkan oleh Komandan Armada Utara Wakil Laksamana ALexander Moiseev kepada TASS.

Kapal selam sekelas Borei lainnya seperti Yury Dolgoruky dan Alexander Nevsky sudah lebih dulu beroperasi. Kapal-kapal selam itu bisa membawa 16 rudal Bulava yang khusus dirancang untuk kapal selam tersebut.

Uji coba kemarin sendiri dilakukan setelah perjanjian kontrol senjata nuklir antara Rusia dan AS berakhir. Meski demikian perjanjian yang baru akan dimulai dan berakhir pada 2021. Dalam perjanjian baru tersebut, jumlah hulu ledak nuklir yang dapat digunakan oleh Rusia dan AS akan dibatasi.


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya