Berita

Analyst meeting bank bjb/RMOL

Bisnis

Bank BJB Jaga Pertumbuhan Berkualitas Di Triwulan III 2019

RABU, 30 OKTOBER 2019 | 20:18 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (bank bjb) mampu mempertahankan catatan positif dalam portofolio bisnisnya di triwulan III tahun 2019.

Demikian disampaikan Dirut bank bjb Yuddy Renaldi dalam analyst meeting Triwulan III 2019 di Jakarta, Rabu (30/10).

Catatan positif terlihat dari jumlah total aset yang mencapai Rp123,6 triliun atau meningkat sebesar 8,3 persen year on year (y-o-y). Pencapaian ini menunjukkan bahwa kondisi internal perusahaan sehat dan bersaing.


Tidak hanya itu, di sektor kredit pada triwulan III 2019 tumbuh 9,8 persen y-o-y dengan total nilai Rp81,5 triliun. Capaian ini lebih baik dibanding triwulan sebelumnya yang mencatat pertumbuhan sebesar 8,2 persen y-o-y.

"Jumlah pertumbuhan total kredit ini berada di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional sebesar 8,68 persen per Agustus 2019," kata Yuddy.

Demikian pula dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 10 persen y-o-y atau lebih baik dibandingkan posisi triwulan sebelumnya yang hanya 7,4 persen y-o-y.

Adapun posisi DPK bank bjb pada Triwulan III tahun 2019, yakni Rp98,4 triliun. Pertumbuhan ini didorong pertumbuhan dana murah, yakni giro sebesar 10,9 persen dan tabungan sebesar 6,9 persen y-o-y.

"Pertumbuhan DPK ini berada di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional sebesar 7,62 persen per Agustus 2019," jelasnya.

Fokus bank bjb dalam peningkatan fee based income terlihat dalam perolehan perseroan secara kuartalan di kuartal ketiga sebesar Rp249 miliar atau lebih tinggi 13,70 persen dibanding perolehan fee based income secara kuartalan di kuartal sebelumnya. Pertumbuhan ini juga yang tertinggi sepanjang 2019 ini.

Pre Provisioning Operating Profit (PPOP) pada kuartal ketiga ini pun kembali tumbuh dimana PPOP secara kuartalan tumbuh Rp613 miliar dibanding pertumbuhan kuartal kedua yang hanya Rp580 miliar.

"Ini didorong dengan program efisiensi yang menekan biaya operasional sehingga bisa turun -1,3 persen dibanding biaya operasional tahun lalu.  Pada Triwulan III 2019 ini laba bersih bank bjb mencapai Rp1,1 triliun," katanya.

Yuddy mengatakan, tren pertumbuhan yang dicatatkan bank bjb tidak lepas dari strategi ekspansi yang sesuai dengan visi perseroan dalam menghasilkan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Kurva pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan ini tercermin dari rasio Non Performing Loan (NPL) bank bjb yang  terjaga pada level 1,75 persen atau lebih baik dibanding rasio NPL industri perbankan sebesar 2,60 persen.

"Pertumbuhan yang diperoleh bank bjb ini kami selalu jaga agar tetap berkualitas, termasuk mempertahankan kualitas pelayanan agar tetap prima. Tentunya perbaikan-perbaikan dari sisi infrastruktur teknologi maupun pelayanan guna merespon perkembangan zaman dan kebutuhan nasabah pun terus dipertahankan," jelasnya.

Selain itu, berbagai terobosan pun terus dilakukan perseroan, khususnya dalam memberikan pengalaman yang lebih mudah dan cepat dalam bertransaksi.

Perbaikan fasilitas pada layanan bjb Digi terus dilakukan. Selain itu, bank bjb senantiasa mendorong agar pemerintah daerah mewujudkan gagasan konsep smart city melalui berbagai kerja sama elektronifikasi layanan pengelolaan keuangan daerah, antara lain perluasan penggunaan aplikasi SP2D Online dan pengembangan layanan penerimaan bagi pemerintah daerah seperti pajak, retribusi dan lain-lain.

Selain itu momentum penurunan suku bunga acuan yang dilakukan Bank Indonesia saat ini juga mencerminkan prakiraan inflasi yang terkendali serta kondisi likuiditas yang melonggar, sehingga akan membantu perbankan dalam penghematan biaya dana.

Dia berharap, peningkatan layanan ini menjadi fondasi bank bjb dalam mencapai visi menjadi 10 bank terbesar dan berkinerja baik di Indonesia.

"Berbagai peningkatan kualitas layanan bank bjb kami harapkan dapat memberikan pengalaman bagi nasabah dan mitra yang kemudian akan mendorong pertumbuhan bisnis," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya