Berita

Anggota Kongres Amerika Serikat asal Demokrat, Katie Hill/Net

Dunia

Akui Selingkuh Dengan Stafnya, Anggota Kongres Pelopor Pemakzulan Trump Mengundurkan Diri

SENIN, 28 OKTOBER 2019 | 11:08 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Selingkuh selalu memberi akibat buruk bagi pelakunya. Tak hanya kehidupan pribadi yang berantakan, karier yang sudah dibangun pun bisa rusak.

Hal inilah yang tengah dialami Anggota Kongres Amerika Serikat asal Demokrat, Katie Hill. Dia mengundurkan diri sebagai anggota Kongres setelah mengaku telah melakukan hubungan terlarang dengan anggota staf kampanyenya. Tindakan Hill telah melanggar kode etik House of Representative.

"Ini adalah hal tersulit yang pernah saya lakukan, tetapi saya percaya ini adalah yang terbaik untuk konstituen saya, komunitas saya, dan negara kita," katanya seperti dimuat oleh The Independent, Senin (28/10).


Pada awal bulan ini, sebuah blog konservatif merilis foto-foto Hill dan mengklaim bahwa dia telah menjalin hubungan dengan stafnya yang menjadi pelanggaran kode etik House of Representative.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Rabu (23/10), Hill mengakui hal tersebut. Namun ia berdalih bahwa hubungan tersebut dijalin sebelum ia masuk ke Kongres.

"Selama bertahun-tahun terakhir kehidupan perkawinan saya yang penuh gejolak, saya terlibat dalam hubungan dengan seseorang di tim kampanye saya. Saya tahu hubungan itu tidak pantas. Untuk itu saya minta maaf," ujar Hill.

Menanggapi hal ini, Komite Etika House of Representative menyatakan telah membuka penyelidikan atas kasus tersebut.

Hill sendiri saat ini tengah menjadi pusat perhatian publik. Ia adalah politikus Demokrat yang baru terpilih di California. Ia dikenal sebagai Ketua Komite Pengawasan yang membantu sekaligus menjadi pelopor penyelidikan terhadap pemakzulan Presiden Donald Trump atas dugaan penyalahgunaan kekuasaan.

Trump dituding telah menekan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk menyelidiki kasus korupsi yang menimpa pesaing Trump, Joe Biden di Ukraina.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya