Berita

Pesawar Norwegian Air/Net

Dunia

Demi Beli 27 Pesawat Airbus, Norwegian Air Gandeng Bank China

KAMIS, 24 OKTOBER 2019 | 14:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Di tengah krisis keuangan, maskapai penerbangan bertarif rendah asal Norwegia, Norwegian Air berusaha untuk mendapat armada tambahan dari Airbus.

Demi cita-citanya, Norwegian Air telah mencapai kesepakatan dengan bank asal China, China Construction Bank (CCB) untuk mendapatkan kepemilikan bersama.

"Berdasarkan ketentuan perjanjian, perusahaan patungan akan membeli 27 pesawat Airbus A320 NEO yang akan dikirim dari 2020 hingga 2023," ujar Norwegian Air, Kamis (24/10) seperti yang dimuat Channel News Asia.


Nantinya, CCB akan memiliki 70 persen dari armada, sedangkan Norwegian Air mendapat 30 persen atau sisanya. Menurut pihak maskapai, usaha patungan ini akan mengurangi modal belanja Norwegian Air hingga 1,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 21 trilliun (Rp 14.036/dolar AS).

"Perjanjian ini akan berkontribusi secara signifikan untuk mengurangi pengeluaran modal kami saat ini dan masa depan," kata CEO Norwegian Air Geir Karlsen.

Norwegian Air sendiri adalah maskapai bertarif rendah terbesar ketiga di dunia dan memiliki basis utama di Bandara Oslo, Gardermoen.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya