Berita

Abdul Halim Iskandar dan Ida Fauziah/Net

Politik

Dua Calon Menteri PKB Pernah Digarap KPK

SELASA, 22 OKTOBER 2019 | 15:55 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Politisi PKB Ida Fauziyah dan Abdul Halim Iskandar dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (22/10).

Diketahui, sejumlah nama yang dipanggil ke Istana Negara itu disebut-sebut bakal menjadi Menteri di Kabinet Kerja II 2019-2024.

Dua politisi PKB itu ternyata pernah 'berurusan' dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Meskipun mereka diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.


Jurubicara KPK, Febri Diansyah membenarkan Ida Fauziyah dan kakak kandung Ketum PKB Muhaimin Iskandar itu pernah dipanggil dan diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang berbeda.

"Beberapa orang memang pernah diperiksa KPK sebagai saksi dalam sejumlah perkara terpisah. Saya kira itu juga sudah terbuka ya informasinya," kata Febri saat dikonfirmasi, Selasa (22/10).

Diketahui, Abdul Halim Iskandar pernah diperiksa dalam kasus dugaan gratifikasi dari kasus pencucian uang Bupati nonaktif Nganjuk Taufiqurrahman. Sedangkan Ida Fauziyah terkait kasus dugaan korupsi pelaksanaan Haji 2012 sampai 2013 untuk tersangka eks Ketum PPP Surya Darma Ali (SDA).

"Ada beberapa kasus yang berjalan saat itu, seperti suap dan gratifikasi Bupati Nganjuk dan juga kasus korupsi haji yang melibatkan Menteri Agama sebelumnya," ujar Febri.

Kendati begitu, Febri enggan berkomentar terlalu jauh ihwal proses pemilihan menteri yang belakangan diminta menghadap ke Istana Negara.

"Terkait dengan proses pemilihan Menteri, mungkin sebaiknya KPK tidak menanggapi terlebih dahulu," kata Febri.

Lebih lanjut, Febri mengatakan bahwa sejumlah nama yang bakal menjadi calon menteri Kabinet Kerja II itu memang ada yang pernah dipanggil dan diperiksa oleh penyidik KPK sebagai saksi.

"Memang ada beberapa nama yang kita tahu terkait dengan beberapa kasus korupsi yang pernah ditangani KPK. Namun mereka memang baru diperiksa sebagai saksi sejauh ini," demikian Febri.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya