Berita

Febri Diansyah/Net

Politik

Sindir Arteria, Jubir KPK: Politisi Jangan Sesatkan Publik!

JUMAT, 11 OKTOBER 2019 | 02:15 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Masyarakat Indonesia diminta untuk berhati-hati dan tidak termakan informasi bohong alias hoax. Termasuk, hoax yang tengah ramai menyerang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Begitu terang Jurubicara KPK Febri Diansyah menanggapi sejumlah pemberitaan miring mengenai komisi anti rasuah, termasuk tudingan-tudingan yang disampaikan politisi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan.

Salah satu cara untuk menyerang KPK, kata Febri, adalah dengan menggunakan informasi palsu. Baik yang disebarkan oleh orang-orang tertentu ataupun menggunakan teknologi di media sosial.


“Akhir-akhir ini kami temukan sejumlah informasi yang dulu pernah muncul pada tahun 2017 kembali di daur ulang, padahal informasi palsu tersebut sudah pernah dijelaskan sebelumnya," jelas Febri dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (10/10).

Dia meminta publik untuk melakukan pengecekan terus menerus mengenai informasi yang didapat. Apabila ada isu miring tentang KPK, dia menganjurkan untuk cek kevalidan informasi tersebut melalui laman resmi KPK, www.kpk.go.id atau menghubungi Call Center KPK yang ontime 24 jam di nomor 198.

Febri meyakini masyarakat sudah cukup dewasa dan cerdas untuk memilah mana informasi palsu dan mana informasi yang bisa dipercaya.

Atas dasar itu, KPK mengajak semua elemen masyarakat Indonesia untuk bijak dan tidak termakan isu bohong.

Lebih lanjut, Febri menyindir sikap para politisi yang justru terkesan termakan informasi bohong hingga mengarah pada upaya menyebarkan kabar tidak benar tentang KPK. Salah satunya mengenai tudingan-tudingan yang disampaikan Arteria Dahla dalam acara Mata Najwa, Rabu (9/10) lalu.

"Kami mengajak semua pihak, terutama para penyelenggara negara, termasuk politisi untuk berbicara secara benar dan tidak menyesatkan publik dengan informasi-informasi yang tidak benar," cetusnya.

"Rekam jejak kebohongan tentu saja sulit dihapus," imbuh Febri.

Lebih lanjut, KPK juga menyampaikan terimakasih pada seluruh dukungan yang diberikan dari publik, entah itu berupa kritik, apresiasi yang disampaikan melalui berbagai saluran seperti media massa, media sosial hingga suara yang langsung disampaikan dalam demonstrasi.

"Upaya pemberantasan korupsi ini memang tidak mudah dan selalu akan melewati ujian. Namun kita harus terus bergerak," pungkasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya