Berita

Ridwan Kamil menilai proyek Citarum Harum sudah banyak kemajuan/RMOLJabar

Nusantara

2 Tahun Proyek Citarum Harum, Begini Kondisinya Saat Ini

KAMIS, 10 OKTOBER 2019 | 10:43 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Dua tahun sudah proyek Citarum Harum berjalan. Proyek yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini diklaim telah menunjukkan banyak kemajuan. Bahkan tahun depan proyek ini diharapkan bisa berjalan lebih cepat seiring cairnya dana dari Bank Dunia.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan, bahwa program Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum atau dikenal Citarum Harum mengalami banyak kemajuan setelah dua tahun berjalan.

"Poinnya adalah dua tahun ini mengalami banyak kemajuan. Walaupun dengan anggaran yang secukupnya," ucap Emil, sapaan akrabnya, usai membuka Lokakarya Dua Tahun Program Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum di Hotel Mason Pine, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (9/10).


"Kita berharap terjadi akselerasi di 2020 dengan hadirnya dana Bank Dunia, yang sudah diputuskan akan turun di Februari (2020). Mudah-mudahan 2020, tahun ngabret dari semua sisi karena anggaran sudah tidak jadi kendala," lanjutnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Emil juga mengapresiasi langkah, capaian, dan kontribusi berbagai pihak, termasuk TNI/Polri. Dia juga berharap dengan banyaknya kemajuan yang telah dicapai, akan mengubah status Citarum menjadi sungai yang bersih.

"Kita berharap status ilmiah tercemar berat bisa secepatnya naik kelas menjadi tercemar sedang, dan di akhir kita bisa secara realistis menjadi tercemar ringan. Mudah-mudahan dengan berkelanjutan maka kita bisa menghadirkan Citarum yang lebih baik lagi," kata Emil yang juga Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Citarum Harum.

Emil menjelaskan, untuk menangani Citarum bisa melakukan dua pendekatan. Yakni pendekatan teknokratis dan populis.

"Kita selalu gunakan dua pendekatan. Pertama, pendekatan teknokratis, yang ilmiah yang terukur. Ada yang (kedua) populis, cara jangka pendek yang masyarakat itu ingin lihat. Dua ini harus jadi strategi kita dalam berkomunikasi," ungkapnya.

Strategi tersebut, kata Emil, perlu menjadi bagian dari manajemen program Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum.

"Jadi, para Dansektor kalau kerja di-video-in saja, difoto kegiatannya, di-sharing. Supaya warga melihat bahwa kita sedang berproses," tuturnya.

Lokakarya 2 Tahun Program Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum merupakan evaluasi menyeluruh yang dilakukan Satgas Citarum Harum. Lokakarya digelar selama dua hari, yakni pada 9-10 Oktober 2019.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

SOFA Siapkan Rp131 Miliar untuk Proyek Sampah Jadi Energi

Sabtu, 19 September 2026 | 14:14

Menimbang Kembali POD South Andaman

Sabtu, 19 September 2026 | 13:46

Prabowo Teriak “Free Palestine” Tiga Kali, Singgung Indonesia Tak Berdaya Bantu Palestina

Sabtu, 19 September 2026 | 13:45

HUT ke-81 TNI di Monas, Prabowo Dijadwalkan Jadi Irup

Sabtu, 19 September 2026 | 13:27

Kejagung Turun Tangan Kawal Proyek Jalan IKN Senilai Rp3,986 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 13:24

Saham BMW Anjlok 4,46 Persen

Sabtu, 19 September 2026 | 12:59

Ratusan Hotel di Bali Bangkrut Lalu Dilego

Sabtu, 19 September 2026 | 12:36

Penanaman Pohon Bukti Nyata Kontribusi Alumni Unpad

Sabtu, 19 September 2026 | 12:17

Pasar Minggu Bakal Disulap Jadi Kawasan Terintegrasi, Investasinya Rp1 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 12:13

Jarnas Prabowo-Gibran Minta Kebun Sawit Rakyat di Kawasan Hutan Tak Digusur

Sabtu, 19 September 2026 | 11:45

Selengkapnya