Berita

Andre dan Ferdinand/Net

Politik

Andre Rosiade Sebut Ada Politisi Carmuk Dan Kutu Loncat, Netizen: Nyindir Ferdinand Kah?

RABU, 09 OKTOBER 2019 | 13:48 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Anggota DPR yang juga Wakil Sekjen Partai Gerindra Andre Rosiade mengaku dapat pelajaran politik yang berharga dari moment Pilpres 2019.

Pelajaran politik itu, dia bisa melihat sendiri tabiat para politisi yang doyan carmuk alias cari muka dan tidak sungkan loncat sana loncat sini.

"Pelajaran politik: dulu waktu zaman kampanye ada org yang suka carmuk di depan Pak @prabowo. Tapi setelah 17 April dan junjungannya bertemu Pak @jokowi, dia langsung berubah. Bahkan sekarang dia kerjanya seperti buzzer yang ngejilat Pak @jokowi dan menyerang Pak @prabowo. Itulah perilaku kutu loncat," kata Andre Rosiade di akun Twitter, Rabu (9/10).


Postingan Andre Rosiade tersebut membuat penasaran warganet, karena tidak disebutkan twit itu dilamatkan kepada siapa.

"Siapa Bang? Sebutin saja namanya?" kata pemilik akun @Akun_Receh08.

"Saha Ndre? Nyindir @FerdinandHaean2 kah?" timpal pemilik akun @ayahcicah.

Arief Hidayat pemilik akun @rief7722 mengatakan politisi carmuk dan kutu loncak banyak, ada Ferdinand Hutahaean dan Faldo Maldini. Netizen lain menyebut nama politisi nyentrik Ruhut Sitompul.

Netizen @kwk_net menyebutkan, politisi yang punya watak seperti itu sedari awal dia anggap sebagai musuh dalam selimut.

Namun, tidak sedikit juga netizen lain yang mengkritik Andre Rosiade.

"Padahal yang disindir dan penyindir sama saja. Setali tiga uang," ujar pemilik akun @DYS_yes.

"Kayak baru belajar aja Bang Andre ini. Hahahaha. Semoga Bang @andre_rosiade istiqomah di @Gerindra," timpal Mohamad Syihabudin lewat akun @Azlasy.

Herlina Syarifudin di @Herlina_0712 mengingatkan mantan Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti itu. Dia mengingatkan Andre bahwa yang terucap atau tertuang biasanya tersiratnya juga keinginan alam bawah sadar.

"Hati-hati ketelen statement anda sendiri Bung Andre," ucapnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya