Berita

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto/Net

Politik

Prabowo Mending Jadi Watimpres Ketimbang Ambil Kursi Menhan

SELASA, 08 OKTOBER 2019 | 21:44 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dianggap turun kelas jika menduduki kursi menteri pertahanan (Menhan) di kabinet kerja Presiden Joko Widodo.

Pengamat politik, Ireng Maulana mengingatkan Prabowo agar menempati Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) ketimbang kursi Menhan.

Bukan tanpa alasan, menurut Ireng, Prabowo diperlukan untuk mem-backup pemerintah dalam urusan kepentingan nasional yang jauh lebih besar dan lebih krusial.


"Apabila kepentingan untuk mendukung pemerintahan Jokowi direpresentasikan dengan menempati jabatan tertentu, maka mungkin akan lebih elegan jika Prabowo mau mewakafkan dirinya masuk dalam jajaran Watimpres," tegas Ireng kepada wartawan, Selasa (8/10).

Ireng menambahkan, pada peran ini, Prabowo akan lebih bisa memperlihatkan kelasnya sebagai tokoh bukan sebagai bawahan atau pembantu presiden seperti menteri dalam kabinet.

"Publik tentu ingin menyaksikan kolaborasi yang konstruktif dari para tokoh misalkan antara Jokowi dan Prabowo dalam konteks Presiden dan Watimpres," tuturnya.

Jika Prabowo akhirnya hanya mengincar kursi Menhan, lanjut Ireng, maka perannya yang  kuat dan dianggap sejajar dengan aktor politik arus utama di perpolitikan nasional akan memudar.

Tak hanya itu, sebagian besar orang akan menilai tingginya pragmatisme Prabowo ia hanya puas dengan kursi menteri.

"Posisi Menhan akan menjadikan dirinya menjadi bawahan presiden yang notabene adalah Jokowi yang dua kali bertarung dengan dirinya pada Pilpres. Bawahan tidak lagi sejajar apapun dalihnya," imbuhnya.

Alumni Lowa State University, Iowa (IA) Amerika Serikat, Program Master of Art in Political Science ini menuturkan, Prabowo masih menjadi rujukan kekuatan politik yang mewarnai dinamika demokrasi Indonesia.

"Sikap dan tindakan politik Prabowo masih ditunggu sebagai respon dari berbagai persoalan yang ada di tanah air. Kelihatan sekali Prabowo masih diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan politik arus utama," pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya