Berita

Ladang minyak South Pars/Net

Dunia

China Tarik Diri Dari Kesepakatan Dengan Iran Senilai Rp 70 Triliun

SENIN, 07 OKTOBER 2019 | 19:13 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perusahaan minyak milik China, China National Petroleum Corp (CNPC) menarik diri dari kesepakatan senilai 5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 70 triliun (kurs: Rp 14.179/dolar AS) untuk mengembangkan ladang minyak South Pars, Iran.

Demikian disampaikan oleh Menteri Perminyakan Iran, Bijan Zangeneh, Minggu (6/10) seperti yang dilaporkan oleh Al Jazeera yang mengutip dari SHANA.

Meski tidak menjelaskan atau memberikan alasan penarikan kontrak, namun kuat diduga hal ini dikarenakan kebijakan tekanan maksimum yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) pada Iran dan perang dagang antara AS dan China.


Meski demikian, pemerintah China belum memberikan konfirmasi terkait keputusan tersebut.

Terpisah di hari yang sama, Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengungkapkan kepada parlemen,

"Kami telah menghadapi banyak masalah di bidang investasi karena kebijakan tekanan maksimum AS," katanya.

Meski demikian, menurut seorang Analis Politik Iran, Saeed Leilaz, walaupun China meninggalkan proyek, China akan tetap menjadi mitra dagang utama Iran.

Proyek ladang minyak South Pars sendiri diperkirakan akan memiliki kapasitas 2 miliar kaki kubik gas alam sehari dengan pembangunan 20 sumur dan dua platform kepala sumur.

Berdasarkan ketentuan kesepakatan awal, Total SA Perancis memiliki 50,1 persen saham, dengan CNPC mendapatkan 30 persen dan perusahaan Iran Petro Pars mendapatkan 19,9 persen. Dengan penarikan Total SA Perancis pada 2006 karena sanksi AS, CNPC telah mengambil alih saham tersebut.  

"Sekarang Petro Pars akan mengembangkan ladang sendiri," tandas Zangeneh.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya