Berita

Penampungan pengungsi di perbatasan AS/Net

Dunia

Sebentar Lagi, Imigran Tanpa Asuransi Kesehatan Dilarang Masuk Ke AS

SABTU, 05 OKTOBER 2019 | 09:48 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Selalu ada cara bagi Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghambat arus kedatangan imigran ke negaranya.

Seperti Jumat kemarin (5/10), Trump menandatangani sebuah proklamasi penangguhan masuknya imigran yang tidak memiliki asuransi kesehatan.

"Sementara sistem perawatan kesehatan kita menghadapi tantangan yang disebabkan oleh perawatan tanpa kompensasi. Pemerintah AS memperburuk masalah dengan mengakui ribuan alien yang belum menunjukkan kemampuan untuk membayar biaya perawatan kesehatan mereka," ujar Trump seperti dimuat Reuters.


Proklamasi yang dikeluarkan oleh Gedung Putih akan mulai berlaku pada 3 November dan hanya berlaku untuk orang yang ingin memasuki AS dengan visa imigran. Dokumen tersebut juga mencantumkan jenis-jenis asuransi yang dianggap layak dan disetujui, seperti program Medicare untuk lansia.

Trump sendiri telah menjadikan pemotongan imigrasi legal dan ilegal sebagai pusat kepresidenannya.

Bulan lalu, pemerintahan Trump menyatakan mereka berencana untuk mengizinkan hanya 18.000 pengungsi untuk bermukim kembali di As pada tahun fiskal 2020, jumlah terendah dalam sejarah program pengungsi baru-baru ini.

Trump bahkan rela mengambil dana proyek pertahanan untuk membuat megaproyek berupa tembok perbatasan di antara Meksiko dan AS yang masih menjadi polemik. Trump memang selalu menganggap imigran, terutama pengungsi sebagai ancaman paling menakutkan bagi AS.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya