Berita

Mahathir Mohamad dan Carrie Lam/Net

Dunia

Warga Hong Kong Tak Berhenti Demo, Mahathir Sarankan Carrie Lam Mundur

JUMAT, 04 OKTOBER 2019 | 18:40 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad memberikan tanggapannya perihal demonstrasi berkelanjutan yang terjadi di Hong Kong, Jumat (4/10). Mahathir mengungkapkan, yang terbaik bagi Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam adalah mengundurkan diri.

"Untuk administrator (Lam), saya pikir yang terbaik adalah mengundurkan diri," ungkap Mahathir dalam konferensi pers seperti dimuat Gulf Today.

Sebelumnya, pemimpin tertua di dunia dengan usia 94 tahun ini mengatakan, Lam sedang berada dalam dilema yang luar biasa. Di satu sisi, Lam harus mengikuti perintah China, namun di sisi lain Lam juga harus mendengarkan nuraninya.


"Hati nuraninya mengatakan orang Hong Kong menolak hukum (ekstradisi). Tapi di sisi lain, dia tahu konsekuensi dari menolak hukum itu," ujar Mahathir

Lebih lanjut, Mahathir mengatakan China bisa mengambil "tindakan keras" untuk mengakhiri demonstrasi yang terjadi selama hampir empat bulan terakhir ini. Menurutnya, jika mengacu pada tindakan keras Lapangan Tiananmen 1989 di Beijing, pada akhirnya China mengirim militer dan mengambil tindakan keras untuk mengakhiri demonstrasi.

"Saya pikir pada akhirnya, itulah yang akan dilakukan Tiongkok (di Hong Kong),"  terang Mahathir.

Pada hari Jumat (4/10), ribuan pengunjuk rasa bertopeng turun ke jalan-jalan Hong Kong setelah pemerintah mengeluarkan peraturan darurat untuk melarang pengunjuk rasa menutupi identitasnya. Sedangkan sehari sebelumnya, pengunjuk rasa melakukan aksi karena peristiwa penembakkan seorang aktivis remaja oleh polisi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya