Berita

Penampungan imigran di El Paso, Texas/Net

Dunia

AS Kumpulkan Sampel Darah Imigran Untuk Database DNA Kriminal

JUMAT, 04 OKTOBER 2019 | 01:53 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Amerika Serikat berencana megumpulkan sampel DNA semua imigran yang ditahan setelah masuk secara ilegal. Hal tersebut diungkapkan oleh para pejabat Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS), Rabu (2/10).

Dimuat Channel News Asia, para pejabat DHS yang tidak ingin disebutkan identitasnya mengatakan, pihaknya sedang mengembangkan rencana pengambilan sampel DNA dari masing-masing imigran tak berdokumen dan menyimpannya dalam database nasional untuk profil DNA kriminal (CODIS DNA FBI).

Mereka mengungkapkan kebijakan baru itu sebagai bentuk pengetatan kontrol perbatasan dan stasus imigran yang ditahan saat ini.


"Itu memang meningkatkan kemampuan kita untuk lebih jauh mengidentifikasi seseorang yang secara ilegal memasuki negara ini. Ini akan membantu organisasi lain juga dalam kemampuan identifikasi mereka," ujar mereka.

Tak pelak, rencana ini pun menuai banyak kritik dari kelompok-kelompok hak sipil. Namun, para pejabat mengklaim kebijakan tersebut sudah dikeluarkan Departemen Kehakiman pada 2006 dan 2010, hanya saja implementasinya belum dilaksanakan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya