Berita

Sambut petinggi Taliban/Net

Dunia

Pelukan Hangat Menlu Pakistan Sambut Petinggi Taliban

KAMIS, 03 OKTOBER 2019 | 15:40 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sekelompok petinggi Taliban mengadakan pertemuan dengan para pejabat Pakistan di Islamabad, Kamis (3/10). Pertemuan ini bertujuan untuk menyerukan kembali pembicaraan damai dengan Amerika Serikat tentang perang di Afghanistan.

Dimuat oleh The Strait Times, Mullah Abdul Ghani Baradar, salah seorang pendiri Taliban yang pernah dipenjara selama 8 tahun di Pakistan karena serangan 9/11, disambut dengan pelukan hangat dan senyum dari Menteri Luar Negeri Pakistan, Mehmood Qureshi dan Kepala Intelijen, Letnan Jenderal Faiz Hameed.

Sambutan hangat Pakistan terhadap para petinggi Taliban diabadikan melalui rekaman yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Pakistan.


Selama satu tahun terakhir, sebagai negara tetangga, Pakistan dikenal telah membantu memfasilitasi pembicaraan antara Taliban dan AS di Qatar. Pakistan sendiri termasuk ke dalam tiga negara yang mengakui rezim Taliban.

Setelah proses pembicaraan damai terhenti pada bulan lalu, Taliban mengancam akan melakukan serangan yang lebih banyak dan lebih besar. Oleh karenanya, Paskitan ingin memastikan perundingan kedua belah pihak dilanjutkan.

"Perang bukanlah solusi untuk masalah apapun. Pembicaraan adalah satu-satunya solusi positif untuk membangun perdamaian di Afganistan," ujar Qureshi

Diketahui kunjungan Taliban ke Pakistan juga bertepatan dengan kunjungan Utusan AS untuk Rekonsiliasi Afganistan, Zalmay Khalilzad pada pekan ini.

Ketika ditanya perihal kemungkinan adanya pertemuan antara petinggi Taliban dengan Khalilzad, Jurubicara Taliban yang berbasis di Doha, Suhail Shaheen mengatakan, “mengapa tidak? Itu tergantung Amerika."

Sementara itu, selain Pakistan, 12 militan Taliban juga telah mengadakan tur ke Rusia, China, dan Iran. 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya