Berita

Jokowi terima musisi di Istana/Net

Publika

Konser Musik Untuk Republik, Mengusik Nurani Publik

KAMIS, 03 OKTOBER 2019 | 09:50 WIB

ISTANA kedatangan perwakilan musisi Indonesia. Mereka datang dalam rangka menyampaikan rencana konser bertajuk, 'Musik untuk Republik'. Konser itu rencananya diadakan tanggal 18-29 Oktober 2019 tepat menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

Mereka mengklaim pagelaran konser musik ini diselenggarakan untuk merajut persatuan Indonesia yang masih terbelah dengan berbagai peristiwa demo besar-besaran mahasiswa dan kerusuhan di Papua. Mereka berharap Jokowi turut hadir dalam acara tersebut. Sebagai ikon persatuan Indonesia, katanya.

Kritik pun bermunculan. Banyak pihak menyayangkan rencana pagelaran tersebut. Baik dari kalangan politisi hingga musisi sendiri. Sebab, di tengah masalah yang mendera Indonesia, para musisi itu dianggap tak peka.


Indonesia sedang berduka karena korban pembantaian dan pengusiran warga non Papua di Wamena. Ditambah demo mahasiswa menolak RUU bermasalah hingga jatuh korban jiwa. Belum lagi bencana kabut asap di Riau, Kalimantan, dan sekitarnya. Ada pula bencana Ambon di Maluku baru-baru ini. Rentetan peristiwa memilukan ini sangat melukai Ibu Pertiwi. Di saat negeri ini bersedih, sangat tak etis konser musik digelar hanya untuk memeriahkan  pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

Tak heran bila masyarakat menilai miring terhadap konser tersebut. Nurani publik terusik. Kalaulah ingin menyatukan nusantara, tak harus dengan konsep acara yang lebih banyak hura-huranya dibanding bermuhasabah. Negeri ini membutuhkan empati dan simpati dari berbagai pihak. Musik bukan solusi. Malah banyak melalaikan masyarakat bahwa negeri ini sedang tidak baik-baik saja.

Yang dibutuhkan mereka adalah penegakan hukum yang tegas pada pelaku penembakan mahasiswa dan perusuh di Wamena. Yang diperlukan mereka adalah perhatian penuh pemerintah dalam memberi perlindungan dan keamanan. Betapa sedihnya kita menyaksikan negeri ini porak peranda. Persatuannya tersayat.

Bila para musisi itu berniat ingin menyambungkan kembali persatuan yang terkoyak, semestinya mereka suarakan itu saat berkunjung ke Istana. Mereka bertemu langsung dengan Presiden. Negara seharusnya hadir menjadi penjaga dan pengayom rakyat. Sejauh ini tak ada ketegasan sikap dari pemerintah. Kebrutalan aparat terhadap mahasiswa seolah didiamkan. Tak segera ambil tindakan. Kerusuhan Wamena juga menjadi sinyal bahwa negeri multietnis ini memang berpotensi terjadi disintegrasi.

Sejatinya musisi juga bagian dari elemen masyarakat. Saat duka menyelimuti, jangan menyajikan konser musik untuk rakyat. Alangkah baiknya instropeksi berjamaah. Merenungi setiap kejadian adalah teguran dari Sang Maha Kuasa. Aksi galang dana dan kemanusiaan jauh lebih berharga untuk para korban dibanding bermusik ria. Jadi, pekalah dengan kondisi negeri ini. Pagelaran konser musik tidak tepat diadakan di tengah cobaan menimpa negeri ini. Wallahu a'lam.

Chusnatul Jannah

Aktivis dari Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya