Berita

Patung Budha Maitreya di Ladakh/Net

Dunia

Setelah Kashmir, India Siap Ambil Alih Pemerintahan Di Ladakh

RABU, 02 OKTOBER 2019 | 14:49 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Belum usai persoalan Kashmir, kini India secara resmi akan mengambil alih langsung wilayah Ladakh per 31 Oktober mendatang. Sontak hal tersebut menimbulkan kekhawatiran di banyak pihak mengenai nasib umat Budha dan Islam di wilayah tersebut.

Sebelumnya pada 5 Agustus lalu, India mencabut otonomi khusus Kashmir dan membaginya menjadi dua wilayah persatuan yang diatur secara sentral, yaitu Jammu dan Kashmir serta Ladakh yang berbatasan dengan China seperti yang dimuat oleh Associated Press, Rabu (2/10).

Jarang dipublikasikan, namun ketegangan juga telah ada selama bertahun-tahun di wilayah Ladakh. Diketahui, wilayah ini terbagi secara administratif menjadi distrik Leh yang mayoritas beragama Budha dan distrik Kargil yang Muslim. Keduanya kerap berselisih meski tidak sampai pada tahap kekerasan.


Komunitas Budha menuding komunitas muslim telah memonopolisasi dana di wilayah tersebut yang terkenal dengan wisatanya. Sehingga komunitas Budha menginginkan adanya pemerintahan terpusat.

Namun, dengan adanya klaim India, Ladakh dikhawatirkan akan seperti Kashmir yang dipenuhi oleh pemberontakan dan kekerasan. Bahkan delapan minggu lalu, pemerintah India telah membanjiri Kashmir dengan pasukan tambahan yang memberlakukan tindakan keras dan blokade komunikasi.

Meski menginginkan pemerintahan terpusat, para pemimpin Budha di Leh waspada terhadap perubahan demografis seperti di Kashmir mengingat India dan pemerintahannya diisi oleh mayoritas beragama Hindu.

Bahkan, di kedua distrik, tentara India memelihara puluhan pangkalan di sepanjang perbatasan Pakistan dan China.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya