Berita

Hannah dan Hailey Hager harus jualan limun untuk membantu melunasi utang makanan di sekolah/Net

Dunia

Punya Utang Makan Di Sekolah Hampir 500 Juta, Dua Siswa Di AS Terpaksa Jualan Limun

SELASA, 01 OKTOBER 2019 | 14:54 WIB

Tak selamanya bayangan soal hidup di Amerika Serikat selalu indah. Faktanya, siswa di Negeri Paman Sam itu ada yang banyak berutang terkait makan siang yang telah mereka konsumsi.  

Ya, sebagian siswa di AS diketahui harus berjuang untuk membayar utang-utang makan siang sekolahnya. Kenaikan harga bahan bakar dan pangan merambat ke biaya makanan sekolah yang makin tinggi. Akibatnya, banyak siswa yang kesulitan untuk membayar makan mereka di sekolah.

Seperti yang dialami dua siswa AS, Hannah (12) dan Hailey Hager (14). Keduanya harus berjualan limun pada akhir pekan demi membantu orang tuanya melunasi utang makanan yang telah mereka konsumsi di sekolah.


Dilansir dari Aljazeera, utang makan siang kedua anak tersebut telah mencapai 35 ribu dolar AS atau setara dengan Rp 497 juta. Utang tersebut harus dibayarkan ke sekolah sebelum tahun ajaran berakhir.

“Teman saya tidak bisa membeli makanan di sekolah karena tidak punya uang, ia mendatangi saya di lorong dan mengatakan bahwa sekolah memberi kertas yang berisi nominal utang yang ia punya,” tutur Hannah.

Kondisi ini bukan tanpa perhatian. Sejumlah aktivis muda dan suster diketahui telah berupaya mengumpulkan donasi. Hasilnya, dana yang terkumpul baru sekitar 13.252 dolar AS. Padahal dana tersebut harus dibagi untuk 20 sekolah di wilayah Davidson.

Menurut kepala keuangan Davidson Country Schools, Tyler Back, sumbangan dari gereja dan para donatur telah membantu memangkas biaya makan hingga setengahnya.

Upaya yang patut dihargai. Meskipun menurut sejumlah pihak, solusi yang dibutuhkan bukan melunasi utang makanan sekolah. Melainkan pemerintan memberi makanan gratis bagi para siswa.
Laporan: Ahda Sabila

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya