Berita

Ilustrasi demo mahasiswa di depan Gedung DPR/RMOL

Politik

Mencengangkan, Pendemo Nyamar Jadi Anak STM Untuk Ciptakan Kerusuhan

SELASA, 01 OKTOBER 2019 | 02:29 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Aksi demonstrasi yang dilakukan ribuan pelajar SMA dan STM beberapa waktu belakangan menjadi perbincangan hangat di publik. Beragam komentar positif maupun negatif pun terlontar dari aksi lanjutan mahasiswa yang menolak serangkaian RUU bermasalah yang digelar di depan Gedung DPR RI.

Namun di balik itu semua, ada hal mencengangkan yang terkuak. Ratusan pemuda yang ditangkap jajaran Polda Metro Jaya ternyata adalah massa bayaran.

Menggunakan atribut layaknya siswa sekolah menengah atas, mereka menyamar sebagai anak SMA ataupun STM.


Hal itu terkuak dalam video pengakuan pendemo yang mengaku ikut aksi lantaran dibayar untuk memicu kerusuhan demonstran di sekitaran DPR RI.

“Nama saya Rahmad Hidayat, saya diajak oleh orang bernama Taufik Ilham Pribadi untuk mericuhkan suasana dan menyamar jadi siswa sekolah," kata salah seorang demonstran dalam video pengakuan yang beredar, Senin (30/9).

Sementara dalam video lainya, satu orang demonstran kedapatan mengonsumsi narkoba jenis sabu. Hal tersebut dipastikan setelah cek urine yang dilakukan oleh pihak Kepolisian.

Dari pengakuan, rata-rata mereka dibayar dengan uang sebesar Rp 10.000 sampai 40.000 untuk mengikuti aksi.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya