Berita

Tiga Presiden Mahasiswa di acara ILC tvOne/Net

Publika

Tiga Presma Di ILC Hanya Berputar Pada Kerangka Retorika

JUMAT, 27 SEPTEMBER 2019 | 15:59 WIB

SELASA malam kemarin saya nonton ILC.

Melihat tiga presiden mahasiswa kampus besar yang diundang sebagai bintang tamu membahas terkait gerakan mahasiswa menolak RKUHP. Saya melihat dalam dialog tersebut teman-teman presma tidak ada yang menjelaskan tentang memori penjelasan penolakan terhadap RKUHP, teman-teman presma hanya berputar pada kerangka retorika gerakan mahasiswa.

Ketika ditanya sama Bang Karni Ilyas apa alasan paling mendasar mahasiswa menolak RKUHP. Tidak ada satupun yang menjawab atau membahas dari pandangan kacamata hukum, baik itu sosiologi hukum, yuridis hukum dan filosofi hukum.


Yang terjadi adalah retorika normatif gerakan mahasiswa. Sehingga gerakan tersebut terlihat tidak memiliki kualitas gerakan akademis, hanya berada pada kuantitas eforia jalanan. Atau kita sebut saja "penuhi saja jalannnya biar ramai".

Kemarin saya di lapangan juga. Yang saya lihat dalam kerumunan massa terlalu banyak yang mempermasalahkan persoalan pasal 417-418 RKUHP. Ditambah lagi, mungkin ada yang belum membaca draf RKUHP yang sudah dirubah dari tiga buku menjadi dua buku. (Buku Kesatu tentang Ketentuan Umum dan Buku Kedua tentang Tindak Pidana), sehingga yang terjadi adalah penolak tanpa dasar kerangka hukum yang jelas.

Kita tahu bersama bahwa KUHP Indonesia yang sekarang ini masih murni produk kolonial yang dalam cerita sejarah, bangsa Indonesia dijajah 350 lamanya. Sejak kemerdekaan 45 sampai sekarang 2019, sudah 74 tahun lamanya kita masih saja memakai produk kolonial.

Kita harus bersyukur bahwa RKHUP adalah upaya untuk merubah produk kolonial menjadi produk asli bangsa yang itu diisi dengan ide dan gagasan anak bangsa sebagai karya yang murni lahir dari pergulatan pemikiran anak bangsa sesuai dengan kultur dan budaya bangsa.

Sebagai mahasiswa generasi intelektual, gerakan gerakan sosial harus kita mulai dari kajian-kajian yang ilmiah yang mampu kita pertanggungjawabkan di ruang-ruang sosial.

Saya mengajak teman-teman mahasiswa mari kita ciptakan forum ilmiah, bertukar pikiran, ide dan gagasan yang lebih kontruktif, singkat padat dan jelas. Sehingga pokok inti sari masalah dalam pasal-pasal RKUHP tersebut dapat kita cernah dengan baik.

Salam sahasiswa.

Fadli Rumakefing
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (FH UBK) Jakarta.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya