Berita

Laode M Syarif dan Febri Diansyah/Net

Politik

KPK Bakal Terjunkan Tim Ke Kemenpora Yang Dianggap Rawan Korupsi

JUMAT, 20 SEPTEMBER 2019 | 00:26 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dinilai sebagai salah satu kementerian yang rawan terjadi praktik rasuah. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap bahwa tata kelola di Kemenpora merupakan yang terburuk.

Pengungkapan itu disampaikan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif sejurus dengan penetapan Menpora Imam Nahrawi yang telah menyandang status tersangka dugaan suap pengurusan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pada tahun 2018.

"Khususnya di Kemenpora, tata kelola, soal pemberian dana hibah juga harus diperbaiki tata kelolanya. Karena itu sangat rawan (korupsi)," katanya di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (18/9).


Menyikapi hal tersebut, Laode menegaskan pihaknya bakal menerjunkan tim untuk membatu Kemenpora memperbaiki tata kelola. Sehingga Kemenpora menjadi lembaga negara yang menjunjung tinggi integritas.

"KPK akan mengirim tim pencegahan kalau sudah selesai penanganan kasusnya. Agar dapat membantu pemerintah mempersiapkan tata kelola yang lebih baik di Kemenpora," demikian Laode.

Imam Nahrawi diduga menerima total komitmen fee sebesar Rp 26,5 miliar dari pengurusan dana hibah KONI kepada Kemenpora tahun 2018.

Duit haram tersebut, sebanyak Rp 14,7 miliar diduga didapatkan Imam melalui asisten pribadinya, Miftahul Ulum.

Kemudian, dalam rentang waktu 2016-2018, Imam juga diduga meminta uang sejumlah total Rp 11,8 miliar dari kegiatan Satlak Prima di Kemenpora.

Politisi PKB itu kini dicekal bepergian ke luar negeri setelah menyandang status tersangka dugaan suap dan gratifikasi.

"Surat (pencekalan) diserahkan pada 23 Agustus lalu," kata Kasubbag Humas Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM, Sam Fernando.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

UPDATE

Prabowo Akui Punya DNA India, Suka Bergoyang Kalau Ada Musik

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:09

Pansus DPR Desak Kemendagri Percepat Penyusunan DIM RUU Daerah Kepulauan

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:02

Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau, Total Kini 110 Unit

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:50

KPK Harus Tegas, Pengembalian Amplop Raja Juli Tidak Hapus Dugaan Pidana

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:44

Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Tambang PT PMM, Ada Pegawai Bea Cukai

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:43

Prabowo Peluk Erat Modi saat Antar Kepulangannya Menuju India

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:34

Kekuatan Jokowi cuma Uang, Bukan Ideologi

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:32

Memahami Aturan Paspor Diplomatik: Siapa Saja yang Berhak Memilikinya?

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:18

Rekor Baru Messi di Piala Dunia Lewati Maradona

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:17

Ketidakadilan Laga Argentina vs Mesir Bersifat TSM

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:00

Selengkapnya