Berita

Lucius Karus/Net

Politik

Dua Alasan Anggota DPRD Gadai SK Pengangkatan

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 | 23:09 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ada fenomena unik pasca pelantikan anggota DPRD. Fenomena itu adalah para anggota dewan yang berbondong-bondong menggadaikan SK pengangkatan.

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus menilai fenomena itu tidak lepas dari apa yang terjadi saat kampanye pileg. Di mana para calon butuh banyak uang untuk menggaet simpati publik.

"Yang pertama pasti efek dari jor-joran masa kampanye, yang akhirnya menyedot habis keuangan anggota DPRD yang kini menggadaikan SK," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Kamis (19/9).


Lucius menduga pengeluaran terbanyak itu disebabkan karena pada saat kampanye ada aksi money politic yang menyebabkan pengeluaran menjadi tak terduga dan tak terukur.

"Nafsu yang besar untuk menang membuat mereka mengeluarkan uang dalam jumlah tak terduga hingga tak sadar kalau modal nyaris habis," katanya.

Alasan kedua, sambung Lucius, karena gaya hidup mewah anggota menuntut seseorang mempunyai banyak uang di awal periode.

"Mereka ini umumnya yang tidak peduli dengan fungsi dan kewenangan DPRD, tapi hanya mau petantang-petenteng dengan jabatan saja," ungkapnya.

Pengeluaran besar masa kampanye membuat anggota DPRD berhutang dan kini harus memulai pekerjaan dengan terlebih dahulu membereskan utang mereka. Karena bagaimanapun, rasanya memalukan menjadi wakil rakyat dengan utang yang belum terbayar.

Sebagian anggota beranggapan terpilih menjadi anggota DPRD membuat mereka harus naik kelas menjadi pejabat.

"Dan jadi pejabat otomatis mesti dengan tampilan “wah” , maka perlu duit untuk mendandani diri," sindir Lucius.

Lebih lanjut Lucius mengatakan, memang tidak ada larangan resmi anggota DPRD tidak boleh menggadaikan SK mereka. Namun secara etika, menurut Lucius, tidak menunjukan sikap yang bagus.

"Kecenderungan menggadaikan SK melanggar etika karena itu tidak pernah dimaksudkan sebagai alat transaksi tetapi surat penugasan negara untuk anggota," tegasnya.

Sebagian DPRD menjadikan ini semacam kebijakan untuk membantu anggotanya. Akan tetapi tetap saja ada bahaya besar yang mengintai aksi ini.

"Peluang korupsi menjadi terbuka manakala tuntutan pemenuhan kebutuhan terbagi untuk membayar utang, " pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya