Berita

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kedua dari kiri) dan Dubes Umar Hadi (paling kanan)/RMOL

Politik

Ternyata, Korea Selatan Kagum Pada Komitmen Airlangga Membangun Industri 4.0

RABU, 18 SEPTEMBER 2019 | 20:25 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Komitmen Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto membangun industri 4.0 diakui dan membuat kagum dunia. Termasuk Republik Korea atau Korea Selatan.

Kekaguman itu diperlihatkan Korea Development Insitute  (KDI) School of Public Policy dengan menganugerahkan DR Honoris Causa pada Airlangga bulan Juni lalu.

KDI awalnya adalah sebuah lembaga think tank yang didirikan pemerintah Korea di tahun 1971. KDI bertugas untuk mempersiapkan disain pembangunan ekonomi kesejahteraan Korea Selatan. Dalam perjalanannya, KDI berkembang menjadi lembaga pendidikan yang bekerja untuk menghasilkan para pemikir dan perancang pembangunan negeri ginseng.


KDI kini tercatat sebagai salah satu dari 20 lembaga riset terbaik di dunia.

Kekaguman Korea Selatan pada Menteri Perindustrian Airlangga disampaikan Dutabesar Republik Indonesia untuk Republik Korea, Umar Hadi, ketika memberikan sambutan dalam Indonesia-Korea Conference 2019 di Soehanna Hall, Energy Building, Jakarta Pusat, Rabu (18/9).

Konferensi yang diselenggarakan Kedubes Korea Selatan dan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) itu dihadiri Dubes Korea Selatan Kim Chang-beom dan pendiri FPCI Dino Patti Djalal. Sejumlah diplomat senior Indonesia juga hadir seperti mantan Menlu Hassan Wirajuda dan mantan Dubes RI untuk Korea Selatan Jacob Tobing.

Menurut Dubes Umar Hadi, kepemimpinan Menteri Perindustrian Airlangga telah membuka jalan tidak hanya untuk sektor industri di tanah air, tetapi juga sektor-sektor penting lainnya dalam konteks partnership kedua negara .

“Upaya tidak kenal lelah yang diperlihatkan Menteri Airlangga untuk membangun industri 4.0 di Indonesia telah mendapatkan respon yang sangat positif dari dunia internasional. Juga mengundang kekaguman dari Korea Selatan. Itu sebabnya KDI School of Public Policy and Management baru-baru ini menganugerahkan gelar DR Honoris Causa untuk Menteri Airlangga,” ujar Dubes Hadi.

“Ini adalah gelar DR Honoris Causa pertama yang diberikan KDI sejak didirikan pada 1971,” sambungnya.

Lebih jauh, Dubes Umar Hadi mengatakan, Indonesia dan Korea Selatan tengah menikmati hubungan yang luar biasa.

Menurutnya, sifat spesial pada hubungan kedua negara tidak semata didasarkan pada persoalan “transaksional” dan “bisnis” semata. Lebih dari itu, hubungan strategis spesial Indonesia dan Korea Selatan didasarkan pada nilai dan prinsip demokrasi, HAM dan keterbukaan ekonomi, saling percaya, saling menghormati dan solidaritas.

“Hubungan kita tidak hanya untuk urusan profit dan balance sheet,” sambungnya.

“Lebih dari itu, hubungan ini seharusnya menguntungkan masyarakat kedua negara,  juga masyarakat dunia. Indonesia dan Korea dapat bekerjasama dalam banyak isu penting dunia,” demikian Dubes Umar Hadi.    

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya