Berita

Ekstradisi Echene dilakukan di Kejaksaan Tinggi Bali/Net

Politik

Kemenkumham: Indonesia Komitmen Berantas Kejahatan Lintas Negara

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 | 13:30 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemerintah Indonesia memiliki komitmen tinggi dalam ikut serta secara aktif memberantas kejahatan lintas negara. Salah satunya dengan kerja sama internasional di bidang ekstradisi.

Begitu tegas Direktur Otoritas Pusat dan Hukum Internasional (OPHI) Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kemenkumham, Tudiono dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/9).

Teranyar, kata dia, Indonesia mengabulkan permintaan ekstradisi yang diajukan oleh Pemerintah Hong Kong untuk seorang Warga Negara Perancis bernama Mathias Hubert Marie Echene.


"Persetujuan dilakukan Presiden Joko Widodo melalui Keppres 20/2019," terangnya.

Tudiono menguraikan bahwa Echene merupakan tersangka tindak pidana yang berkaitan dengan pengelolaan properti yang dipercaya merupakan hasil dari tindak pidana sebagaimana diatur dalam UU Hong Kong. Kasus ini diduga masuk kategori kejahatan serius dan terorganisasi (organized and serious crimes ordinance).

Sementara Indonesia dan Hong Kong memiliki kerja sama ekstradisi, khususnya mengenai penyerahan pelanggar hukum yang melarikan diri.

Ekstradisi Echene dilakukan di Kejaksaan Tinggi Bali pada Kamis (12/9) lalu. Tudiono mewakili pemerintah dalam menyerahkan Echene.

Tudiono menegaskan bahwa kelancaran dalam penanganan permintaan ekstradisi ini merupakan hasil kerja sama antar kementerian/lembaga terkait.

"Seperti, Kementerian Luar Negeri RI, Kejaksaan RI, Kepolisian Negara RI, dan Kementerian Sekretariat Negara RI yang dikoordinasikan oleh Kementerian Hukum dan HAM RI," pungkasnya.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya