Berita

Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman/Net

Politik

Presiden PKS Wanti-wanti Dewan Pengawas KPK Tidak Terkooptasi Dengan Kejaksaan Dan Kepolisian

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 | 10:39 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Partai Keadilan Sosial (PKS) setuju dengan adanya Dewan Pengawas KPK yang sedang digodong dalam revisi UU KPK. Namun, partai dakwah tersebut menolak jika anggota Dewan Pengawas diambil dari institusi kejaksaan dan kepolisian semata.

Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman saat wawancara dengan salah satu televisi nasional, Senin (16/9).

"PKS menolak bahwa Dewan Pengawas itu bisa darimana saja. Kita menekankan dari civil society. Jadi pemerintah silahkan bisa mengusulkan dua nama untuk dewan pengawas, terserah darimana saja. Tapi kemudian harus ada perwakilan civil society," ujar Sohibul.


Lebih lanjut, Sohibul juga mengatakan perwakilan civil society harus ada tiga orang. Adapun pemilihan civil society tersebut akan dilakukan oleh KPK itu sendiri.

"Jadi kita ingin bahwa Dewan Pengawas ini tidak terkooptasi dengan dua institusi kejaksaan dan kepolisian. Karena itu akan merusak logika bangsa," tambah mantan wakil ketua DPR itu.

Jelas Sohibul, KPK sendiri dibentuk untuk memberantas kasus korupsi di lembaga pemerintahan, tidak terkecuali bagi kejaksaan dan kepolisian yang memiliki potensi besar untuk melakukan pelangggaran.

Sementara itu, lanjut Sohibul, terkait dengan izin penyadapan, PKS setuju dengan adanya proses yang sudah berjalan, namun tetap harus dilaporkan ke Dewan Pengawas.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya