Berita

Presiden Jokowi di lokasi Karhutla/Net

Politik

Bencana Kabut Asap Jadi Pertaruhan Kredibilitas Pemerintahan Jokowi

MINGGU, 15 SEPTEMBER 2019 | 19:11 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Munculnya bencana kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) disinyalir karena kejahatan sistematis yang dilakukan oleh korporasi.

Hal itu menunjukkan kelalaian sekaligus ketidakcakapan pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam melindungi kepentingan publik.

Demikian yang disampaikan oleh pengamat politik dari Universitas Indonesia Ade Reza Hariyadi saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL.


"Bencana kabut asap akan menjadi pertaruhan kredibilitas pemerintahan Jokowi," ujar Ade Minggu (15/9).

Jokowi seharusnya sudah memahami akar masalah dari bencana Karhutla yang fenomenanya selalu berulang tiap tahun. Pemerintah harusnya mampu mengidentifikasi penyebab utama terjadinya karhutla yang merugikan banyak pihak.

"Lalu menyiapkan skenario antisipasi dan penanganannya secara komprehensif," jelas Ade.

Mahkamah Agung (MA) telah mengeluarkan putusan yang menyatakan pemerintahan Jokowi melakukan perbuatan melawan hukum dalam kasus gugatan publik tentang kebakaran hutan.

Selama ini Ade menangkap masih ada kesan sikap permisif atau serba membolehkan terhadap korporasi dengan dalih kepentingan investasi dan ekonomi.

Maka Kepercayaan publik akan pulih jika pemerintahan Jokowi melaksanakan putusan MA tersebut dengan konsisten.

"Memecat pejabat tingkat pusat dan daerah yang lalai dan tidak kompeten, serta menyeret korporasi yang terlibat dalam kebakaran hutan, " tegas Ade.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya