Berita

Keranda Mayat di KPK/RMOL

Politik

Koalisi Masyarakat Sipil Taruh Keranda Mayat Tanda KPK Mati

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 | 00:08 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Gelombang kekecewaan masyarakat atas hasil seleksi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berlanjut hingga, Jumat (13/9) tengah malam.

Koalisi Masyarakat Sipil Kawal KPK bahkan menggelar aksi simbolis di depan pintu masuk Gedung KPK. Mereka menaruh keranda mayat yang dibubuhi taburan bunga dan bendera kuning. Ada karangan bunga di samping keranda, juga poster bertuliskan ucapan selamat tinggal KPK.

Jurubicara Koalisi Masyarakat Sipil Kawal KPK, Lalola Easter menguraikan bahwa aksi ini merupakan bentuk luapan kekecewaan masyarakat dan simbol matinya lembaga antirausah. Sebab, KPK tak henti-hentinya diserang sejumlah persoalan yang dinilai dapat mengebiri wewenang KPK.


"Ini teriakan ledakan rasa frustasi (masyarakat). Banyak sekali tekanan, hantaman yang dihadapi oleh KPK. Ini adalah inisiatif dari koalisi masyarakat sipil yang turut berduka atas apa yang terjadi pada KPK," katanya di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (13/9).

Lalola menilai, hari ini merupakan puncak dari rangkaian persoalan yang menerpa lembaga antirasuah. Mulai dari capim KPK yang dianggap melanggar etik terpilih menjadi pimpinan KPK, hingga surat presiden (Surpres) Jokowi tanda setuju UU KPK direvisi.

"Kami melihat serius seleksi capim yang agak bermasalah itu, di waktu yang hampir bersamaan ada revisi UU KPK yang sudah dapat restu presiden," tuturnya.

Lebih lanjut, peneliti ICW itu dengan tegas menolak Irjen Firli Bahuri terpilih sebagai ketua KPK. Mereka masih menganggap Kapolda Sumsel itu sebagai sosok kontroversial dan pelanggar kode etik saat bekerja di KPK.

"Kalau KPK dipimpin oleh orang bermasalah, KPK akan jadi sejarah," ujar Lalola.

Tudingan ICW tersebut sebenarnya sudah banyak dibantah, termasuk oleh Irjen Firli dan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya