Berita

Agus Rahardjo Cs saat jumpa pers/RMOL

Politik

Agus Rahardjo: KPK Seperti Dikepung Dari Berbagai Sisi

JUMAT, 13 SEPTEMBER 2019 | 21:17 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah dikepung dari berbagai sisi. Pasalnya, revisi UU Nomor 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK) dinilai melemahkan lembaga antirasuah disetujui presiden Joko Widodo (Jokowi).

Begitu ungkapan kekhawatiran Ketua KPK Agus Rahardjo saat jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (13/9).

"Sudah kami diskusikan. Kita sangat prihatin kondisi pemberantasan korupsi semakin mencemaskan. Kemudian KPK rasanya seperti dikepung dari berbagai macam sisi," ungkap Agus.


Agus menyesalkan sikap presiden Jokowi yang seolah menyembunyikan kepentingan tertentu. Sebab, hingga saat ini KPK belum menerima draft resmi RUU KPK tersebut.

"Kami prihatin dan mencemaskan adalah RUU KPK. Karena sampai hari ini kami draf yg sebetulanya saja tidak tahu. Rasanya membacanya sepeti sembunyi-sembunyi," kata Agus.

Bahkan, Agus mendapatkan informasi bahwa dalam waktu dekat revisi KPK akan segera disahkan. "Saya juga dengar rumor dalam waktu yang sangat dekat akan kemudian diketok, disetujui," cetusnya.

"Kita betul-betul bertanya. Sebetulnya ada kegentingan apa sih, ada kepentingan apa? Sehingga harus buru-buru disahkan," imbuhnya.

KPK telah menyerahkan mandat pemberantasan korupsi di Indonesia kepada Presiden Jokowi yang tetap bersikukuh merevisi UU KPK yang dinilai melemahkan KPK.

Hadir saat jumpa pers, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, mantan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan ratusan pegawai KPK.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

UPDATE

Prabowo Akui Punya DNA India, Suka Bergoyang Kalau Ada Musik

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:09

Pansus DPR Desak Kemendagri Percepat Penyusunan DIM RUU Daerah Kepulauan

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:02

Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau, Total Kini 110 Unit

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:50

KPK Harus Tegas, Pengembalian Amplop Raja Juli Tidak Hapus Dugaan Pidana

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:44

Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Tambang PT PMM, Ada Pegawai Bea Cukai

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:43

Prabowo Peluk Erat Modi saat Antar Kepulangannya Menuju India

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:34

Kekuatan Jokowi cuma Uang, Bukan Ideologi

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:32

Memahami Aturan Paspor Diplomatik: Siapa Saja yang Berhak Memilikinya?

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:18

Rekor Baru Messi di Piala Dunia Lewati Maradona

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:17

Ketidakadilan Laga Argentina vs Mesir Bersifat TSM

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:00

Selengkapnya