Berita

jurnalis saat meliput aksi massa dukung revisi KPK/RMOL

Politik

Demo Dukung Revisi UU KPK Ricuh, 2 Jurnalis Alami Kekerasan Saat Liputan

JUMAT, 13 SEPTEMBER 2019 | 17:15 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi. Kali ini, menimpa dua orang junalis televisi swasta nasional BeritaSatu saat meliput aksi demonstrasi yang berujung rusuh di depan Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (13/9).

Dua orang jurnalis, Rio Kornelianto seorang kameramen BeritaSatu dan Jonah Hamonangan yang juga reporter BeritaSatu.

Keduanya mengalami kekerasan saat meliput momen kerusuhan sekelompok masaa yang mengatasnamakan diri "Aliansi Mahasiswa dan Pemuda NKRI mendukung Revisi UU KPK demo di KPK".


Kejadian bermula saat Rio mengabadikan gambar saat massa aksi merangsek masuk ke Gedung KPK dengan tujuan ingin mencopot kain hitam yang menutupi logo KPK sejak beberapa hari lalu.

"Gue lagi ngambil gambar, gue di sikut dan kena cakar ama massa. Nih luka cakarannya. Tadi sampe kamera gue jatoh," kata Rio saat ditemui di lokasi.

Sementara, Jonah tertimpa kamera saat live report dia sempat ditarik-tarik oleh massa aksi. "Gue ditarik-tarik hampir kena pukul ya kebentur kamera juga," kata Jonah.

Sementara itu, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Bastoni Purnama mengatakan, pihaknya akan menelusuri kejadian kekerasan tersebut.

"Nanti akan kita dalami, kalau memang ada dari rekan-rekan wartawan yang mengalami kekerasan nanti saksi kita periksa," kata Bastoni.

Dia bahkan meminta wartawan yang mengalami kekerasan saat meliput aksi untuk membuat laporan ke aparat krpolisian untuk ditindak lanjuti.

"Silakan rekan wartawan yang terkena kekerasan membuat laporan kemudian dibuat visum dan dibuat lapoan ke kita. Nanti akan tindaklanjuti dengan proses penyidikan," kata Bastoni.

Sebab, kata Bastoni, aksi unjuk rasa yang berujung rusuh itu telah mendapat izin dari pihak kepolisian.

"Iya sudah (izin aksi), ada nanti akan kita dalami. Ada tiga aliansi yang unjuk rasa nanti kita dalami latarbelakang aliansi ini," tandas Bastoni.


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya