Berita

Maskapai Air Tanzania/Net

Dunia

Gara-Gara Xenophobia, Maskapai Air Tanzania Tunda Penerbangan Ke Johannesburg

SABTU, 07 SEPTEMBER 2019 | 03:38 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Xenophobia atau ketidaksukaan terhadap orang asing yang melanda Afrika Selatan tak hanya berdampak pada aksi unjuk rasa, melainkan juga dalam dunia penerbangan di wilayah tersebut.

Seperti yang dilakukan maskapai Air Tanzania yang memilih menangguhkan seluruh penerbangan ke Johannesburg sementara waktu.

"Kami memutuskan untuk tidak mengangkut penumpang ke tujuan di mana nyawa mereka (penumpang) akan berada dalam bahaya," kata Menteri Transportasi Tanzania, Isack Kamwelwe dilansir Al Jazeera, Jumat (6/9).


Ia menjelaskan, aksi massa dikhawatirkan akan mengancam para pelancong yang hendak mendarat di wilayah tersebut. Oleh karenanya, kebijakan tersebut dinilai perlu dilakukan sementara waktu hingga situasi kondusiif.

"Anda sadar bahwa ada kekerasan yang sedang berlangsung di Afrika Selatan di mana pemuda telah main hakim sendiri," sambungnya.

Pada Kamis kemarin (5/9), maskapai nasional Tanzania, Air Tanzania juga telah menangguhkan penerbangan ke Johannesburg dari Dar-es-Salaam dengan alasan tidak ingin mengambil risiko bagi penumpangnya.

Hal ini buntut unjuk rasa pekan lalu di Afrika Selatan yang dipicu oleh xenophobia di Johannesburg. Unjuk rasa ini berubah menjadi kerusuhan dan menewaskan sedikitnya tujuh orang dan menghancurkan properti dan bisnis milik asing. Sudah 400 orang yang ditangkap karena kejadian ini.  

Menteri Luar Negeri Afrika Selatan, Naledi Pandor mengatakan, pemerintah menyadari adanya afrophobia yang didorong oleh kebencian. Oleh karenanya pihaknya sedang berupaya untuk memulihkan ketenangan dan berusaha untuk berhubungan dengan negara-negara Afrika lainnya.

"Ada penargetan orang Afrika dari bagian Afrika lain, kami tidak bisa menyangkal itu," ujar Pandor.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya