Berita

Koalisi masyarakat sipil tagih jnaji Jokowi/RMOL

Politik

Dalang Pembunuhan Munir 15 Tahun Belum Terungkap, Mana Janji Jokowi?

JUMAT, 06 SEPTEMBER 2019 | 20:11 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Koalisi keadilan untuk Munir menagih janji Presiden Joko Widodo untuk mengungkap dalang pembunuhan terhadap aktivis HAM Munir Said Talib yang sudah 15 tahun lalu.

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindakan Kekerasan (KontraS) Yati Andriani mengatakan, Jokowi pernah menyampaikan komitmen untuk menyelesaikan kasus Munir hingga ke dalang pembunuhan pada September 2016 lalu pada sebuah pertemuan dengan para pakar hukum di Istana Negara, Jakarta.

"Pernyataan ini sedikit memberikan kelegaan akan adanya langkah-langkah konkrit pemerintah untuk mengungkapkan siapa dalang pembunuhan Munir, meski pernyataan tersebut tidak pernah terwujud hingga saat ini," ucap Yati Andriani di Kantor KontraS di Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (6/9).


Padahal kata Yati, pengungkapan kasus Munir tidak akan sulit jika pemerintah mau membuka dan mengumumkan isi laporan yang disusun oleh Tim Pencari Fakta (TPF) Munir yang telah dibentuk melalui Keputusan Presiden (Keppres) 111/2004.

"Tim ini telah bekerja selama enam bulan dengan melakukan pendalaman fakta, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan bukti-bukti lainnya. Tapi keengganan pemerintah untuk mengumumkan isi laporan tersebut menimbulkan tanda tanya besar," jelas Yati.

Diketahui, eksekutor pembunuhan Munir yakni Pollycarpus telah diadili dan sudah dibebaskan pada Agustus 2018 lalu. Namun, hingga saat ini otak pembunuhan tersebut belum terungkap selama 15 tahun ini sejak 7 September 2004 lalu.

Koalisi Keadilan untuk Munir tersebut terdiri dari beberapa pihak diantaranya Istri Munir, Suciwati, KontraS, Amnesty Internasional Indonesia, Imparsial, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, dan pakar hukum tata negara.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya