Berita

Foto:Net

Nusantara

Penyelundupan Pakaian Bekas Dari Timor Leste Digagalkan Bea Cukai

SABTU, 17 AGUSTUS 2019 | 08:16 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Bea Cukai Bali dan Nusa Tenggara berhasil menggagalkan upaya penyelundupan pakaian bekas yang masuk ke wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Jumat (16/8).

Aksi penggagalan itu bekerjasama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Bea Cukai Bali Nusra) bersama dengan Subdirektorat Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan Kantor Pusat DJBC, Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Tanjung Priok (BKO Kapal Patroli BC 8004), Kantor Wilayah DJBC Sulbagsel, KPPBC Tipe Madya Pabean B Atambua serta KPPBC Tipe Madya Pabean C Kupang.

Pakaian bekas tersebut diduga berasal dari Timor Leate yang masuk ke Indonesia lewat perairan Tanjung Tuakau dan Laut Lor, Nusa Tenggara Timur.


Kepala Kanwil Bea Cukai Bali Nusra, Untung Basuki mengatakan, ini merupakan hasil dari Operasi Laut Khusus di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste dengan menggunakan Kapal Patroli BC 8004.

Penindakan pertama pada 22 Juli 2019 dan dilakukan terhadap sarana pengangkut/kapal KLM Harapan Bersama berbendera Indonesia di perairan Poros Alfandega, dan penindakan kedua pada 11 Agustus 2019 dilakukan terhadap kapal KM Karya Bersama berbendera Indonesia.

"Kedua kapal tersebut diduga mengangkut Pakaian Bekas dari luar Daerah Pabean (Dili, Timor Leste) tanpa menyerahkan pemberitahuan pabean," ujar Utung lewat keterangannya kepada redaksi, Jumat (16/8).

Untung menjelaskan kronologi penindakan KLM Harapan Bersama di perairan Tanjung Tuakau, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Penggagalan penyelundupan pakaian bekas itu berasal dari informasi masyarakat perihal adanya kapal yang membawa pakaian bekas dari Timor Leste yang dibawa masuk ke Indonesia.

Pada 22 Juli 2019 pukul 11.35 WITA, diterima informasi intelijen bahwa terdapat kapal target operasi yang berlabuh di sekitar perairan Barati, Nusa Tenggara Timur, kemudian Satgas BC 8004 yang pada saat itu berada di Wini langsung melakukan pengejaran terhadap kapal tersebut. Pada pukul 13.40 WITA posisi/keberadaan kapal target ditemukan di Perairan Tanjung Tuakau, Nusa Tenggara Timur dan langsung melakukan penindakan.

"Dari penindakan kedapatan kapal tersebut bernama KLM Harapan Bersama yang datang dari Dili-Timor Leste dengan tujuan Teluk Sulamo-Nusa Tenggara Timur yang mengangkut Pakaian Bekas tanpa dilengkapi pemberitahuan pabean. Setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan Pakaian Bekas sebanyak 1.661 karung," jelas Untung.

Dari penindakan ini sebagai barang bukti adalah Kapal KLM Harapan Bersama dan Pakaian Bekas sebanyak 1.661 karung dengan perkiraan nilai barang mencapai Rp 700 ribu, sebagai tersangka yaitu Nahkoda kapal berinisial S (43 tahun) WNI. Selanjutnya atas sarana pengangkut laut dan muatannya dibawa ke Pelabuhan Tenau, Kupang-Nusa Tenggara Timur untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Penindakan selanjutnya, pada 11 Agustus 2019 dilakukan di perairan Laut Alor, Nusa Tenggara Timur terhadap KM. Karya Bersama. Kronologinya, pada 9 Agustus 2019, diterima informasi sebuah kapal menuju Dili, Timor Leste dan melakukan kegiatan pemuatan barang yang diduga Pakaian Bekas. Selama hari Jumat-Sabtu tanggal 9 - 10 Agustus 2019, terpantau standby di perairan Dili. Pada hari Sabtu pukul 21.45 WITA, diterima informasi intelijen bahwa kapal target operasi berada di sekitar Perairan Alor, NTT, sebelah barat pulau Kambing, kemudian Satgas Patroli Laut BC 8004 yang saat itu berada di pelabuhan Atapupu langsung melakukan pengejaran.

"Pada hari Minggu tanggal 11 Agustus 2019 pukul 03.00 WITA keberadaan kapal target ditemukan di Perairan laut Alor, NTT dan dilakukan penghentian dan pemeriksaan sarana pengangkut/kapal laut oleh Satgas Patroli Laut BC 8004. Hasil pemeriksaan sarana pengangkut kedapatan nama kapal adalah KM. Karya Bersama yang datang dari Dilli Timor-Leste dengan Tujuan Luwuk, Sulawesi Tengah dan mengangkut pakaian bekas tanpa dilengkapi pemberitahuan pabean," papar Untung.

Dari penindakan kedua ini sebagai barang bukti adalah KM Karya Bersama dan pakaian bekas ± 1.200 karung dengan perkiraan nilai barang mencapai Rp 600 ribu, sebagai tersangka adalah US (56 tahun) yang merupakan nahkoda kapal. Selanjutnya atas sarana pengangkut laut dan muatannya dibawa ke Pelabuhan Atapupu, Atambua NTT untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.

Atas kedua penindakan ini pelaku dapat dituntut dengan ancaman pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102 UU 17/2016 tentang Perubahan Atas UU 10/1995 tentang Kepabeanan dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 5 miliar.

"Bea Cukai Bali Nusra ke depannya akan terus meningkatkan pengawasan dan patroli laut di wilayah perairan perbatasan Indonesia-Timor Leste yang disinyalir menjadi jalur masuknya pakaian bekas impor ke Indonesia," tutup Untung.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya