Berita

Padamkan Karhutla/Net

Nusantara

Tim Asistensi Mabes Polri Sudah Diterjunkan Di Enam Provinsi

KAMIS, 15 AGUSTUS 2019 | 12:45 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Tim Asistensi Mabes Polri bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah diterjunkan ke lapangan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah provinsi.

Tim yang disupervisi Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Brigjen Fadil Imran telah diterjunkan ke enam provinsi yang terjadi karhutla. Di antaranya, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Begitu kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Kamis (15/8).


“Tugas enam tim tersebut adalah mengecek dan mengevaluasi penanganan karhutla dan evaluasi sejauh mana penanganan karhutla di tiap-tiap provinsi," katanya.

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah ini menambahkan bahwa saat ini Mabes Polri juga siap mengantisipasi bahaya karhutla karena faktor cuaca. Cuaca yang dimaksud musim kemarau el nino yang dikhawatirkan berlangsung hingga September dan Oktober.

“Itu terus kita antisipasi. Di bulan-bulan yang punya tingkat kekeringan yang sangat tinggi itu sangat diantisipasi,"  pungkasnya.

Sejauh ini, Polri telah menangani 68 kasus pembakaran hutan dan lahan. Sebanyak 60 orang termasuk satu korporasi telah ditetapkan sebagai tersangka.

Dari 60 yang telah disidik, 13 kasus yang ditangani Polda Riau, satu kasus di Polda Kalteng, dua kasus di Polda Kalbar sudah masuk dalam pelimpahan tahap II tersangka dan barang bukti kepada kejaksaan setempat. 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya