Berita

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan/RMOL

Nusantara

Anies Yakin Pemprov DKI Bisa Balik Modal Selenggarakan Formula E

RABU, 14 AGUSTUS 2019 | 02:57 WIB | LAPORAN:

Menjadi tuan rumah Formula E pada tahun 2020, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus merogok kocek guna mempersiapkan semuanya sebesar Rp 345 miliar.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, dana tersebut nantinya akan disetor biaya 24,1 juta dolar AS kepada Federasi Otomotif Internasional (FIA) untuk menjadi tuan ruamh Formula E pada tahun 2020 mendatang.

"Saya beri daftarnya ya. Untuk Formula E biaya penyelenggaraannya 24,1 juta dolar Amerika ya. Untuk MotoGP biaya penyelenggaraannya 7-9 juta dolar, F1 29,4 juta dolar, piala dunia 11.600 juta dolar," jelas Anies di kawasan Sudirman, Jakarta, Selasa (13/8).


Meski banyak, Anies yakin timbal balik penyelenggaraan Formula E akan menghasilkan pergerakan perekonomian dalam proyeksi konservatif sekitar Rp 1,2 triliun.

"Jadi, kita keluarkan biaya tapi akan dapat Rp 1,2 triliun. Itu baru prediksi konservatif. Apalagi kalau asumsi penonton, akan sangat konservatif sekali. Jadi, Insya Allah (pendapatan) bisa lebih besar lagi," tambahnya.

Di hari yang sama, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menyetujui anggaran terkait dengan penyelenggaraan formula E yang akan digelar pada 2020 mendatang sebesar Rp 360 miliar.

Melalui Dinas Pemuda dan Olahraga DKI (Dispora) anggaran tersebut disetujui dalam pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) untuk rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2019.

"Baik Formula E berarti Rp 360 miliar adanya di Dispora. Karena tadi salah ngitung mata uang (dollar) jadinya Poundsterling. Jadi total Rp 360 miliar," ucap Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Triwisaksana dalam rapat KUPA-PPAS 2019 di Gedung DPRD DKI.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya