Berita

Mahasiswa KKN UMM Malang saat presentasi pengolahan limbah plastik menjadi pavling block/Istimewa

Nusantara

Mahasiswa KKN 49 UMM Malang Ubah Limbah Plastik Dan Oli Bekas Menjadi Paving Block

SENIN, 12 AGUSTUS 2019 | 16:17 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Limbah plastik merupakan momok bagi lingkungan hidup di negeri ini juga di dunia. Sebab, plastik dikenal sangat sulit diurai secara alami. Tak heran jika sampah plastik menjadi masalah besar di sejumlah daerah di Indonesia.  

Namun, di tangan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, limbah plastik tersebut mampu disulap menjadi sesuatu yang bermanfaat. Limbah plastik diubah menjadi paving block atau conblock.

Pengolahan limbah plastik itu dilakukan para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 49 Divisi Ekonomi di Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kegiatan pengolahan limbah plastik tersebut dilakukan para mahasiswa bersama masyarakat dan aparat desa, Jumat (9/8) lalu.


"Banyaknya limbah sampah plastik yang berserakan di lingkungan Desa Kemiri ini dapat merusak ekosistem lingkungan desa. Itulah alasan utama mahasiswa KKN 49 UMM untuk mencetuskan program unggulan mengolah limbah sampah plastik menjadi sebuah inovasi paving block," ujar Ketua Divisi Ekonomi KKN 49 UMM, Arief Elfandi, dalam keterangan tertulisnya.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM itu menambahkan, selain sebagai solusi alternatif pengurai limbah plastik, kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu menjadi sumber tambahan pendapatann masyarakat desa. Bahkan bisa menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Kemiri.

Rekan Arief, Adil Abdul Hakim ikut menjelaskan cara membuat pavling block dari limbah plastik. Untuk memproduksi 1 buah paving block diperlukan 1 kg sampah plastik yang dicampur dengan 1 kg pasir dan oli bekas.

"Masak oli bekas hingga mendidih, kemudian masukkan limbah sampah plastik ke dalam tungku berisi oli panas. Jika keseluruhan plastik sudah mencair, masukkan pasir lalu aduk hingga menyatu," jelas Adil.

Lanjut mahasiswa Fakultas Teknik Informatika UMM itu, campuran plastik dan oli bekas dimasukan tersebut ke dalam cetakan paving block.

"Kami sangat senang karena bisa berbagi teknik pengolahan paving blok ini. Apalagi kami juga mendapat dukungan antusias dari para Ketua RT dan Ketua RW Desa Kemiri, para perangkat desa Kemiri, pejabat TPST (Tempat Pembuangan Sampah Terakhir), DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kepanjen Malang, serta dosen pembimbing Ibu Ririn," imbuh Adil.

Sementara itu, Kepala Desa Kemiri Wijiati mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada para mahasiswa KKN 49 UMM, karena telah memaparkan inovasi pengolahan limbah plastik dan oli bekas kepada para perangkat desa.

"Saya sangat senang dan berterima dengan adanya ide inovasi pengolahan sampah plastik menjadi paving block ini, karena sampah merupakan PR bagi kita semua. Saya berharap ke depan sampah ini bisa menjadi sampah berkah ataupun sampah rupiah yang dapat menambah penghasilan bagi masyarakat Desa Kemiri. Sementara untuk pemasaranya mungkin nanti akan di bantu oleh BUMDES," ucap Wijiati.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya