Berita

Situasi di wilayah usai diterjang topan Lekima/Net

Dunia

Topan Lekima Hantam China, 32 Tewas Dan Belasan Orang Hilang

SENIN, 12 AGUSTUS 2019 | 10:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Setidaknya 32 orang korban tewas dan belasan lainnya dinyatakan hilang setelah Topan Lekima menghantam China bagian timur. Hal tersebut disampaikan pemerintah setempat pada Minggu (11/8).

Setelah memaksa lebih dari 1 juta orang dievakuasi, topan yang masuk kategori 3 tersebut merenggut nyawa sedikitnya 18 orang dalam bencana tanah longsor yang dipicu oleh hujan lebat di Kota Wenzhou, sekitar 400 km selatan Kota Shanghai, Sabtu (10/8).

Lebih lanjut, menurut otoritas Provinsi Zhejiang, 14 kematian diumumkan pada keesokan harinya, plus 16 orang belum ditemukan. Meski belum jelas apakah mereka adalah korban bencana longsor atau akibat lain dari terjangan topan Lekima.


"Saat ini pekerjaan pencarian dan penyelamatan dari berbagai daerah masih berlangsung," kata otoritas Zhejiang melalui media sosial Weibo, seperti dilansir Channel News Asia.

Tidak hanya merenggut korban jiwa, badai dengan angin berkecepatan 187 km/jam ini juga menyebabkan kerugian ekonomi lebih dari 15,8 miliar yuan atau sekitar Rp 31 triliun.

Di Kota Linhai saja, kerugian mencapai 2,1 miliar yuan atau Rp 4,2 miliar. Termasuk 183 rumah roboh dan lebih dari 600 jalan rusak, serta lebih dari 3.200 penerbangan terpaksa dibatalkan.

Setelah menghantam Provinsi Zhejiang dan sekitarnya pada Sabtu (10/8), topan Lekima diperkirakan akan menyeberang dan menghantam Provinsi Jiangsu dan Provinsi Shandong. Pemerintah kedua provinsi ini pun telah mengeluarkan peringatan merah akan adanya hujan lebat dan ancaman bencana lainnya akibat topan Lekima.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya