Berita

AM Putut Prabantoro/dok. pribadi

Nusantara

Bangsa Yang Tadinya Peramah Kini Pemarah, Target 20 Juta Wisman Terancam

MINGGU, 11 AGUSTUS 2019 | 04:41 WIB | LAPORAN:

Ratusan mahasiswa baru Politeknik Pariwisata Palembang (Poltekpar) berjanji mengkampanyekan “Indonesia Ramah” sebagai dukungan untuk mencapai target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia tahun ini.

Direktur Poltekpar Palembang, Zulkifli Harahap menegaskan, Poltekpar Palembang akan menindaklanjuti arahan Menteri Pariwisata, Arief Yahya, yang memutuskan Palembang sebagai destinasi Sport Tourism Indonesia.

Untuk itu, ada dua hal yang saat ini menjadi fokusnya yaitu pendidikan SDM Pariwisata dan kerjasama antara Poltekpar Palembang dan berbagai pihak terkait baik lokal ataupun nasional bahkan internasional, pemerintah ataupun swasta, untuk bersama-sama mewujudkan Palembang sebagai Kota Destinasi Sport Tourism.


Janji kampanye “Indonesia Ramah” tersebut dideklarasikan mahasiswa baru Poltekpar Palembang dalam acara Pembinaan Sikap Dasar dan Profesi (PSDP) yang diadakan di Kampus Poltekpar Palembang, Sumatera Selatan, baru-baru ini (Jumat, 9/8).

Hadir juga dalam acara tersebut, Alumnus Lemhannas RI PPSA XXI, AM Putut Prabantoro.  Menurut Putut, ada masalah serius dalam hal karakter bangsa Indonesia di masa setelah reformasi.

Bangsa Indonesia tidak lagi bangsa yang ramah. Orang Indonesia berubah menjadi mudah tersinggung meski dalam perkara sangat remeh. Media sosial tidak dimanfaatkan untuk tujuan positif malah menjadi sarana memancing konflik dan kebencian.
"Perubahan ini dilihat masyarakat dunia. Masyarakat dengan mudah tersulut kemarahan atau tidak santun lagi dalam berkomunikasi. Bukan hanya soal agama penyebabnya, tetapi juga dipicu faktor lain, misalnya perbedaan pilihan politik atau soal perbedaan suku dapat menjadi sumber kemarahan,” kata Putut.

Bila kondisi ini tidak diperbaiki, akan memberi efek negatif kepada  industri pariwisata Indonesia.

Karena itu Putut mendorong para mahasiswa Poltekpar Palembang secara terbuka mengkampanyekan "Indonesia Ramah" bagi dirinya sendiri dan rekan-rekan segenerasinya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya