Berita

Warga Kashmir menolak putusan isolasi dari India/Net

Dunia

AS Dorong Pakistan dan India Dialog Bahas Masa Depan Kashmir

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 | 17:39 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat akhirnya turun tangan dalam konflik Kashmir yang melibatkan India dan Pakistan. Pada hari Rabu (7/8), AS menyatakan dukungannya agar India dan Pakistan melakukan dialog langsung terkait sengketa wilayah Kashmir.

"Kami terus mendukung dialog langsung antara India dan Pakistan mengenai Kashmir dan masalah-masalah lain yang menjadi perhatian," ujar Juru Bicara Departemen AS. Selain itu, AS juga menyerukan agar semua pihak tenang dan menahan diri ketika perselisihan meningkat.

Keputusan AS ini muncul setelah Pakistan mengancam akan menurunkan hubungan diplomatiknya serta menangguhkan perdagangan bilateral ddengan India. Tidak hanya itu, Pakistan juga mengatakan akan mengeluarkan Komisaris Tinggi India.


Selain Pakistan, China juga sebelumnya telah menyatakan kecamannya terhadap keputusan India yang menarik otonomi khusus Kashmir di mana di negara bagian tersebut, terdapat satu wilayah bersama Ladakh yang didominasi oleh umat Buddha.

"India terus merongrong kedaulatan teritorial China dengan mengubah hukum domestiknya secara sepihak," ujar jurubicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying.

Selain AS, Inggris sebelumnya juga menyatakan keprihatinannya terhadap situasi di Kashmir

'Aku sudah berbicara dengan Menteri Luar Negeri India. Kami telah menyatakan beberapa kekhawatiran tentang situasi dan menyerukan agar semua tenang, kami juga memiliki pembacaan yang jelas tentang situasi dari perspektif pemerintah India," ujar Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya