Berita

Megawati bersama Jokowi/Net

Politik

Sentil Jokowi, Mega Tolak Jatah Empat Menteri

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 | 14:45 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Megawati Soekarnoputri menyentil Presiden Jokowi saat pidato dalam pembukaan Kongres V PDI Perjuangan. Ketua Umum PDI perjuangan itu menegaskan di periode kedua kepemimpinan Jokowi, partai akan menolak keras jika hanya diberi jatah empat menteri.   

"Tidak mau, tidak mau, tidak mau,  dapat jatah empat menteri. Saya minta dengan hormat PDIP masuk kabinet dengan menteri terbanyak. Ini di depan peserta Kongres Pak Jokowi," seru Mega, Kamis (8/8).

Di hadapan ribuan kader peserta kongres, Megawati mewanti-wanti Jokowi agar memperhatikan permintaan yang dia sampaikan. Mega mengatakan partainya sudah memenangkan kontestasi pemilu selama dua kali. Pada tahun 2024 Mega menargetkan PDIP akan kembali memenangkan kontestasi pemilu.  


"Yakinlah kita tidak meninggalkan rakyat sebagai tujuan dan sumber nilai. Kita tidak akan surut. Kita harus rebut kemenangan untuk ketiga kalinya. Jadi menterinya harus banyak," tukas Mega.

Dalam pidato tersebut, Megawati juga menyentil soal jabatan yang dia dapat selama Jokowi menjadi Presiden. Megawati tercatat sebagai anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.

"Pak Jokowi kebangetan ndak lihat saya. Jelek-jelek begini saya Presiden ke-5, tahu-tahu dapat unit kerja. Menteri saya panggil aja nggak akan mau, paling dirjen atau direktur," tambahnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya