Berita

Joko Widodo/Net

Nusantara

Tanggapi Kasus PLN dan Kahutla, Gaya Komunikasi Jokowi Berubah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 | 14:37 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Terjadi pergeseran gaya komunikasi politik Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari High Contact Communication menjadi Low Contact Communication. Perubahan gaya komunikasi itu terlihat saat Jokowi mengunjungi Kantor Pusat PLN, beberapa waktu lalu.

Direktur Lingkar Kajian Komunikasi Politik (LKKP), Adiyana Slamet menilai, Jokowi selama ini cenderung menggunakan gaya komunikasi High Contact yang bersifat implisit dan tidak menyerang langsung secara verbal atau melakukan sindiran melalui gestur.

Namun, saat mengunjungi Kantor PLN pasca peristiwa blackout  listrik di Jakarta,  Jawa Barat dan Banten, Senin (5/8) lalu, Jokowi menampilkan gaya komunikasi yang Low Contact, langsung pada inti permasalahan serta apa adanya.
Saat rapat koordinasi nasional pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)  tahun 2019 di Istana Negara, Jakarta, keesokan harinya, Jokowi juga terlihat marah dan mengancam akan mencopot Kapolda dan Pangdam yang tak mampu menangani kebakaran hutan.

Saat rapat koordinasi nasional pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)  tahun 2019 di Istana Negara, Jakarta, keesokan harinya, Jokowi juga terlihat marah dan mengancam akan mencopot Kapolda dan Pangdam yang tak mampu menangani kebakaran hutan.

“Dari pergeseran gaya komunikasi itu, pak jokowi menjelma menjadi seorang yang memakai gaya komunikasi konteks rendah, maksudnya to the point, dinamic style, langsung menyerang kesalahan, misalnya langsung memarahi Direksi PLN,"  ujar Adiyana seperti dilansir Kantor Berita RMOL Jabar, Kamis (8/8).

Lebih jauh Adiyana menilai, perubahan gaya komunikasi politik Jokowi dikarenakan, krusialnya persoalan yang dihadapi. Blackout dan kahutla merupakan permasalahan serius bagi keberlangsungan hidup masyarakat Indonesia.

“Persoalan mati lampu itu menyangkut hajat hidup orang banyakdemikian pula masalah kebakaran hutan. Itu yang membuat gaya komunikasi Jokowi bergeser," ujar Adiyana.

Adiyana menilai, meski teridentifikasi sedang marah. Presiden Jokowi tidak melepaskan budaya komunikasi orang jawa yang lembut dan santun.

“Ya kalau kita melihat pada sisi pesan bahasa yang digunakan pak jokowi ini secara verbal dan non verbal tidak terlihat marah, tapi kemudian diksi yang digunakan orang menginterpretasikan bahwa itu beliau marah," ungkapnya.

"Jadi dalam intonasi bahwa beliau orang jawa yang lembut itu masih ada, walaupun beliau memakai gaya komunikasi politik yang to the point," pungkas Adiyana.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya