Berita

Menteri Pertahanan AS, Mark Esper dan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe/Net

Dunia

Ke Jepang, Menhan AS Ajak PM Abe Berkoalisi Di Selat Hormuz

RABU, 07 AGUSTUS 2019 | 16:44 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Mark Esper melakukan kunjungan ke Jepang dalam rangka kerjasama keamanan di wilayah Indo-Pasifik dan Timur Tengah, Rabu (7/8).

Pertemuan Esper dan Abe dilakukan di Kantor Perdana Menteri di Tokyo. Esper mengatakan, AS sangat mengecam China yang telah mengganggu kestabilan kawasan Indo-Pasifik dengan mengatakan, "Agresi militer dan strategi ekonomi predator mereka (China) telah melanggar tatanan internasional yang selama ini kami coba tegakkan," kata Esper.

Selain membahas situasi Indo-Pasifik, pertemuan ini juga membahas koalisi maritim yang diusulkan oleh AS di Selat Hormuz, Timur Tengah. Diketahui kemarin, Selasa (6/8), Inggris telah menyatakan partisipasinya di Selat Hormuz, sedangkan Jerman menolak ajakan koalisi tersebut.


Sebelumnya, Esper memang telah mendesak Jepang untuk mempertimbangkan mengambil bagian untuk melindungi Selat Hormuz dan melawan Iran. Abe mengatakan Jepang akan mempertimbangkan peran apa saja yang dapat dimainkan dengan mempertimbangkan hubungan AS dan Jepang.

"Setiap negara memiliki kepentingan dalam navigasi dan perdagangan bebas, sehingga perlu benar-benar mempertimbangkan untuk terlibat dalam selat ini," ujar Esper dalam perjalanannya ke Tokyo menemui PM Jepang, Shinzo Abe dan Menhan Takeshi Iwaya.

Dilansir dari Reuters, Kepala Sekretaris Kabinet, Yoshihide Suga mengatakan bahwa Abe dan Esper mengonfirmasi bahwa kedua negara akan bekerja sama untuk perdamaian dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik serta akan semakin memperkuat aliansi antara kedua negara.

Sedangkan perihal koalisi Selat Hormuz, Yoshihide Suga mengatakan belum mengetahui lebih lanjut.  

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya