Berita

Dialog Publik KMI di Hotel Sentral/Net

Bisnis

Dukung Holding BUMN, KAHMIPreneur Minta Kementerian BUMN Dihapus

JUMAT, 02 AGUSTUS 2019 | 15:53 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

KAHMIPrenuer mendukung langkah pemerintah membentuk holding khusus bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan berharap pengkoordinasian perusahaan-perusahaan pelat merah itu, tidak lagi berada di bawah Kementerian BUMN.

“Dalam arti, posisi Kementerian BUMN ditiadakan. Kemudian, membentuk holding khusus seluruh BUMN yang dikoordinasikan melalui Kementerian Keuangan,” kata Founder KAHMIPrenuer Kamrussamad, di sela acara dialog publik di Hotel Sentral Jakarta, Kamis (1/8).

Dialog publik itu diselenggarakan Kaukus Muda Indonesia (KMI) dengan mengangkat tema “Masa Depan BUMN Periode Kedua Pemerintahan Jokowi.”


Kamrussamad yakin, pembentukan holding khusus BUMN yang dikoordinasikan melalui Kemenkeu serta penghapusan Kementerian BUMN, dapat lebih mengefisienkan birokrasi, pengelolaan serta kontrol terhadap BUMN-BUMN tersebut.

“Ini jauh lebih efektif dari segi GCG (good corporate governance). Juga mengurangi tekanan politik karena jabatan menteri itu adalah jabatan politik,” ujar dia.

Kamrussamad optimistis, keberadaan BUMN ke depan akan memberikan kontribusi yang lebih besar kepada pertumbuhan ekonomi bangsa. Menurut dia, BUMN telah menjadi backbone perekonomian bangsa dan keberadaannya tak bisa dipungkiri mampu mendongkrak roda perekonomian nasional.

“Sebagai pelaku usaha dan mewakili KAHMIPreneur, kami nilai bahwa membentuk holding BUMN merupakan langkah yang tepat bagi pemerintah, terutama pemerintahan Jokowi periode kedua,” kata Kamrussamad.

Lantas bagaimana dengan BUMN yang selama ini merugi? “Saya kira BUMN yang mengalami kerugian dalam 5 tahun terakhir harus direstrukturisasi dengan cara-cara yang tidak mengganggu BUMN lain yang kinerjanya sudah bagus,” tandas  Kamrussamad.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Kasus Video CCTV Restoran, Nabilah O’Brien Siap Hadiri RDPU Komisi III DPR

Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:16

Indeks Utama Wall Street Berguguran Saat Perang Diprediksi Berlangsung Lama

Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:03

Ketegangan Timur Tengah Bayangi Pasar Saham, Ini Sektor yang Paling Terdampak

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:49

Bursa Eropa Terguncang: Harga Energi Melonjak, Saham Berguguran

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:38

Putin Diduga Bantu Iran Bidik Aset Militer AS di Timur Tengah

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:21

Menkeu Berencana Tambah Penempatan Dana Rp100 Triliun ke Perbankan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:03

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bedah Pemikiran Islam Bung Karno: Posisi RI di Board of Peace Jadi Sorotan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:32

Roy Suryo Cs Berpeluang Besar Lolos dari Jerat Hukum

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:19

Kalam Kiai Madura

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:13

Selengkapnya