Berita

Jusuf Kalla/Net

Politik

Soal Ibu Kota, JK Ingatkan Kalimantan Banyak Lahan Gambut Mudah Terbakar

SELASA, 30 JULI 2019 | 18:37 WIB | LAPORAN:

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan harus melewati kajian menyeluruh. Pasalnya, lahan di Kalimantan didominasi oleh lahan gambut yang mudah terbakar.

"Harus hati-hati juga, kalau di Kalimantan lahan gambut banyak bisa terbakar, di Kalimantan Timur juga banyak bekas lubang tambang. Jadi harus dipilih dengan betul," ujar JK, Selasa (30/7).

Ibu Kota negara dipastikan akan pindah dari Pulau Jawa atau Jakarta. Dipastikan, pemerintah sudah memilih Kalimantan sebagai lokasi baru ibu kota negara.


Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, Presiden Joko Widodo sudah menyetujui lokasi yang akan menjadi ibu kota baru negara Indonesia.

"Iya, nanti diumumkan," ujar Bambang, Senin (29/7).

Namun, Bambang enggan menerangkan secara lugas provinsi dan daerah mana di Pulau Kalimantan yang bakal ditunjuk menjadi ibu kota negara pengganti DKI Jakarta.

"Kalimantan, provinsinya nanti," pungkasnya.

Rencana pemindahan ibu kota adalah isu klasik yang kerap muncul. Hal ini pertama kali dicetuskan oleh Presiden pertama Soekarno. Kala itu, Bung Karno mewacanakan ibu kota dipindah ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Namun rencana itu kandas karena Bung Karno keburu lengser dari jabatannya.

Selanjutnya wacana itu kembali muncul, di era Presiden Soeharto. Bapak pembangunan itu sempat mewacanakan ibu kota dipindah ke wialayah Jonggol, Jawa Barat. Namun lagi-lagi wacana itu kandas. Soeharto lengser tahun 1998.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya